PSBB Jakarta: Pelaku usaha yang melanggar perjanjian kesehatan bersiap didenda Rp 150 juta

TRIBUNNEWS.COM-Pembatasan sosial skala besar DKI Jakarta (PSBB) resmi diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pekerjaan pengetatan PSBB Jakarta akan dilakukan dalam dua minggu ke depan, yaitu 14 hari terhitung sejak 27 September 2020 – Pelaksanaan pengetatan PSBB Jakarta mengacu pada Pergub 88 edisi tahun 2020 yaitu pada tahun 2020 Dirilis pada 13 September.

Dikutip dari Kompas.com, Pergub 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 PSBB tahun 2020

Baca: Sanksi bagi Pelanggar Kesepakatan Kesehatan saat PSBB di Jakarta, Denda 1 Juta dan Denda 25 Sepuluh Ribu Rupiah

Baca: PSBB Jakarta Ada 10 Pelanggaran dan Sanksi, Pencabutan Izin Usaha, dan Dikenakan Denda Rp 1 Juta-Pengetatan PSBB di Jakarta, Pemprov DKI Juga Tingkatkan Melalui Mekanisme Sanksi Progresif Pelanggaran Musim Panas Sanksi atas pelanggaran peraturan kesehatan. Sanksi terhadap pelanggar didasarkan pada Pergub 79/2020. -Tindakan disiplin selanjutnya akan dilakukan oleh Polri, TNI, Satpol PP dan OPD terkait. — Mengutip dokumen rilis kebijakan PSBB wilayah DKI Jakarta yang diterima Tribunnews.com, Minggu (13/9/2020), ada dua standar sanksi, yakni bagi perorangan yang tidak menggunakan masker dan pelaku usaha yang tidak mematuhi perjanjian sanitasi. Jatuhkan sanksi.

Pelaku usaha yang melanggar perjanjian sanitasi sebanyak empat kali akan dikenakan denda administrasi mulai dari Rp. 150 juta .

Untuk informasi lebih detail, berikut detail denda yang akan dikenakan kepada orang yang melanggar perjanjian kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *