Disinfektan, kepala Pemakaman Al Azhar juga meminta keluarganya untuk menunda ziarah

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Prevalensi coronavirus mendorong banyak upaya untuk mencegahnya. Pemakaman Muslim di Taman Memorial Al-Azhar di Jambe, Karawang Timur telah disemprot dengan desinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di pemakamannya. Menurut rekomendasi pemerintah, kegiatan ini dilakukan setiap hari di pemakaman untuk mencegah epidemi virus korona. Peziarah dan pekerja layanan merasa nyaman dan istimewa.

Namun, Nugroho mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mensosialisasikan rekomendasi pemerintah tentang jarak (jarak sosial) dan kegiatan keluarga. — “Semua ini untuk kesehatan. Nugrohoseraya mengatakan bahwa ini adalah keselamatan semua orang. Dia meminta keluarganya untuk menunda ziarah ke waktu tertentu dan kemudian berkata:” Sebelum wabah itu aman, kita dapat melayani orang mati / Berdoa di rumah almarhum. “- -Membaca: Di Kota Patong, Kaukasia mencegah pasar tradisional untuk tidak waspada terhadap epidemi korona

Mengenai prosesi pemakaman, Taman Peringatan Al Azhar mengacu pada perjanjian pemakaman yang dibuat oleh pemerintah Standar, sambil terus menghormati hukum penguburan Islam.

Baca: Ojol berbaring di kursi mesin. — Dia menjelaskan bahwa selain disinfeksi dengan desinfektan, anggota partainya adalah karyawan, agen, tamu Dia dan para peziarah mengembangkan prosedur operasi standar (SOP) dan menyediakan pembersih tangan dan peralatan pelindung pribadi lainnya (PPE) di setiap kamar sebelum memasuki kuburan dalam bentuk kontrol suhu tubuh.

Baca: Dengan Menteri Pertahanan Prabowo Dialognya yang tidak diungkapkan, bantuannya adalah Opsi Terbaik Lockdown!

Nugroho terus menyediakan alat dan fasilitas ini, yang merupakan salah satu tanggung jawab manajer untuk mencegah penyebaran virus korona.

Pemakaman Muslim di Al-Azhar Memorial Garden Seluas 25 hektar, telah dibangun sejak 2011 dan dapat menampung 29.000 mayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *