Untuk membantu penanganan Covid-19, BIN mengingatkan tim medis

Laporan wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak dibentuk pada April 2020, Satgas Intelijen Medis BIN telah berkontribusi dalam pengobatan Covid-19 di Indonesia. -Pekerjaan Medis Medis Grup telah melakukan beberapa tes cepat di berbagai wilayah di Indonesia.

Dari Surabaya, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Yogyakarta, Bekasi, Bandung dan yang terbaru Semarang. : Setelah departemen intelijen pengumpulan swab medis BIN, 1.702 warga Surabaya dinyatakan positif Covid-19

Satgas Intelijen Medis BIN terus bergerak di wilayah Indonesia dan perlu memperkuat pendampingan untuk menangani kasus Covid-19 .

“Jumlah Satgas” BIN MP VII Wawan Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2020). Baca: Tentang Akurasi Hasil Uji Covid-19 BIN dan DPR: Memenuhi Persyaratan St. Andar Analisis RT-PCR-6 Dokter, 15 Analis Kesehatan, 33 Perawat, 11 Manajemen Kesehatan Roster tersebut terdiri dari 22 pengemudi dan 10 operator komunikasi di bawah kepemimpinan Dr. Sri Wulandari.

Peralatan PCR (polymerase chain reaction) yang telah ditangguhkan oleh kelompok kerja terdiri dari 4 unit laboratorium bergerak, termasuk peralatan termasuk lemari pengaman biologis (BSC), pencampur suhu seri Thermo Scientific TSC (freezer), dan Rotor -Gene Q, Centrifigue 5424 R, mikropipet dan bak cuci. .

Akurasi uji PCR yang digunakan oleh BIN Intelligence Working Group dapat mendeteksi keakuratan 70% hingga 100% dari hasil, dan kemampuan untuk melakukan pengujian swab hingga 1.248 sampel per hari. -Selain peralatan laboratorium canggih, BIN Medical Intelligence Task Force juga dilengkapi dengan KC wearable thermal helmet yang dapat digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia pada jarak 10 meter, sehingga para detektif tidak perlu lagi melakukan kontak fisik untuk segera menguji peserta. .

Helm termal portabel KC juga dapat disambungkan ke monitor sehingga orang tersebut dapat langsung melihat suhu tubuhnya di monitor.

Selain peralatan di atas, Pokja BIN Medical Intelligence juga dilengkapi dengan unit laboratorium bus yaitu unit fast driving test. 1 laboratorium tetap, 2 kendaraan desinfeksi besar, 2 kendaraan desinfeksi kecil, 5 ambulans, APD, masker N95, sarung tangan, Dacron dan VTM (alat untuk pengujian swab), kit uji cepat (untuk Alat pengujian), tablet desinfektan, reagen Covid-19, pemindai termal, dan deteksi antigen cepat.

Catatan editor:

Kami memerangi virus corona bersama-sama. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan tata cara kesehatan di setiap acara. Ingat informasi 3M ibu (pakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak selalu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *