Kebijakan paritas DKI Jakarta akan diterapkan sebagaimana mestinya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Perhubungan Polda Metro Jaya menyatakan kebijakan paritas akan tergantung pada situasi dan tidak mengikuti aturan Pembatasan Sosial Massal (PSBB). – “Jika dikatakan konsisten dengan PSBB maka dikhawatirkan akan terjadi peningkatan trafik sebelum berakhirnya PSBB yang akan menyebabkan kemacetan lalu lintas jangka panjang. Sehingga angka genap dan genap dimungkinkan”, CEO Gakkum Dietlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada wartawan, Jumat (29 Februari 2020). Kendaraan yang terjadi di ibukota.

“Dalam beberapa pekan terakhir jumlah kendaraan mengalami peningkatan, namun menurut pantauan kami, kemacetan lalu lintas yang terjadi tidak terlalu banyak menimbulkan kemacetan lalu lintas,” ujarnya. Lebih lanjut dia mengatakan, pengenalan kembali paritas merupakan upaya terakhir polisi untuk menyelesaikan keramaian. Oleh karena itu, paritas masih belum diperlukan. “Dia menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *