Jakarta, PSBB transisi salon dan toko tukang cukur dapat beroperasi dalam jangkauan terbatas

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kini, pada masa transisi Pembatasan Sosial Transisi Massal (PSBB), layanan salon dan barbershop diperbolehkan.

Salon dan salon rambut hanya dapat diakses dengan 50% dari kapasitas salon. Total kapasitas 50%, termasuk pengunjung dan antrian. -Jarak antara kursi di salon dan salon rambut minimal 1,5 meter. Pelanggan harus mendaftar secara online.

Pelayan atau penata rambut memakai topeng, topeng dan sarung tangan.

Baca: Gubernur Anies Menerapkan PSBB Transisi di Jakarta, Bioskop Dibuka Kembali, Tapi Ini Bersyarat-Di PSBB Selama Masa Terbatas, semua salon dan toko cukur harus tutup.

Pemprov DKI Jakarta telah mencopot perangkat pengereman darurat berupa penguat PSBB.

Artinya Pemprov DKI Jakarta telah melanjutkan pengereman darurat. PSBB transisi dua minggu diterapkan dari 12 hingga 25 Oktober 2020.

Baca: PSBB Masih Larang Tempat Hiburan Malam Masa Transisi Anies di Jakarta

Evakuasi PSBB Ketar adalah Perlambatan Kasus Aktif Covid-19 dalam satu bulan memperkuat penegakan PSBB di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Jakarta Anies Baswedan) mengatakan, kasus harian dan aktif Covid-19 di ibu kota menunjukkan tren menurun hingga PSBB diperketat selama sebulan dan stabil. Oktober – Anies mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10 November 2020): “Sejak diberlakukannya PSBB yang ketat, tren peningkatan kasus positif dan kasus aktif harian tetap stabil (stabil).” — Menurut Anies, sudah ada tanda-tanda awal penurunan kasus Covid-19 dalam 7 hari terakhir. Indikator ini berupa grafik wabah virus dan nilai Rt atau fekunditas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Masa Transisi PSBB, Operasi Salon dan Barber Bisa Dilarang, Serta Facial dan Pijat Bisa Dibatalkan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *