Komunitas Brompton mendukung keselamatan pengendara sepeda Permenbub

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Brompton Kelapa Gading dan masyarakat sekitar (Bogas) semuanya mendukung Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pengendara sepeda.

Presiden Bogas Chriswanto mengatakan Kementerian Perhubungan sudah jelas Ini jelas menunjukkan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan pengendara sepeda.

“Kami di komunitas bersepeda di Bogas sangat mendukung dan bersyukur atas keluarnya regulasi ini,” Chriswanto Jumat (18/9/2020) .

Baca: Sekelompok pengendara sepeda memasuki tol Jagorawi , Dikenakan pidana kurungan dan denda Rp3 juta-dalam peraturan ini, pengguna jalan wajib melengkapi sepedanya dengan beberapa perangkat wajib, seperti sayap, bel, rem, lampu, reflektor merah, reflektor putih atau kuning. Cermin dan pedal. Chriswanto berkata: “Menanggapi peraturan Kementerian tentang perlengkapan sepeda, hampir semua Brompton yang mengemudi di sini kebetulan dilengkapi dengan semua peralatan, bukan? Ng dianggap sebagai standar pabrikan Inggris.” Menurut Chriswanto, yang terpenting regulasi tentang keselamatan sepeda sudah disosialisasikan. Agar pengendara sepeda dapat mempelajari lebih lanjut tentang keselamatan pengendara sepeda dalam Peraturan 59 Menteri Perhubungan (Permenhub) tahun 2020. -Baca: Berita Terkini: Syamsuddin Haris Positif Covid-19-Chris Vanto mengatakan: “Bagi pengendara sepeda, kita tetap perlu mensosialisasikan aturan jalan raya dan mewaspadai hal-hal seperti helm, lampu depan dan belakang serta alas kaki yang sesuai. Perlengkapan keselamatan bersepeda sejenis. ”Kristianto mengatakan, selama ini masyarakat Bogas sudah dua kali antre di jalan utama.

Baca: Permenhub Resmi Resolusi Kementerian Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 Dukung Keselamatan Pengendara Sepeda

“Di jalan raya kita selalu antre paling banyak dua. Kalau di jalan kecil kita tidak sejajar , Hanya bisa berbaris. Crisvanto berkata: “Berbagi ruang dengan pengguna jalan lain. “-Selain Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 tahun 2020 tentang keselamatan pengendara sepeda, Crisvanto juga berharap jalur sepeda yang lebih banyak tidak melewati gorong-gorong. -Pekerjaan rumah atau sarang-mengurangi backlog. Chriswanto menambahkan : “Karena melakukan hal tersebut akan mengurangi kenyamanan dan keamanan pengendara. Di saat yang sama, pengguna kendaraan roda dua dan roda empat juga harus memahami dan berbagi ruang di jalan raya dengan pengendara sepeda. “Kemenhub) secara resmi mengeluarkan regulasi tentang keselamatan pengendara sepeda. Menteri Perhubungan (Permenhub) n ° 59/2020. Pengumuman Menteri Perhubungan itu agar pengguna sepeda bisa tertib lalu lintas dan menjamin keselamatannya. Budi, Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan Darat Setiyadi membenarkan ada persyaratan terkait keselamatan berkendara di jalan TOL, seperti penggunaan lampu, spion, dan bel pintu.

Baca: Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan informasi tentang pengendara sepeda, melarang naik lebih dari dua sepeda- — Selain itu, terdapat larangan bagi pengendara sepeda, seperti tidak boleh ditarik oleh kendaraan bermotor lain dengan kecepatan berbahaya, kemudian pengendara sepeda juga dilarang untuk bersanding dengan kendaraan lain dan mengendarai dua sepeda atau lebih .

Saat bersepeda di malam hari, pengendara sepeda juga harus menyalakan lampu dan menggunakan sifat reflektif.Selain itu, pengendara sepeda harus mengutamakan pejalan kaki dan menjaga jarak aman dari pengguna jalan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *