Klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat mengganggu 32.760 janin, mematok tarif 2-4 juta rupee, dan meraup untung Rp 10 miliar

TRIBUNNEWS.COM-Klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III Jakarta Pusat diserang oleh Polda Metro Jaya pada Rabu (9/9/2020).

Polisi menangkap 10 tersangka yaitu LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62) dan RS (25).

Sejak mulai beroperasi pada 2017, klinik tersebut telah menggugurkan 32.760 janin dan meraup untung 10 miliar rupee.

Kombes Pol Yusri Yunus, Manajer Humas Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020 kemarin menjelaskan, penemuan dan penangkapan tersangka berasal dari laporan masyarakat.

Baca: Motivasi Dokter Biro Percetakan Nasional Keuntungan tinggi itulah yang melahirkan 32.760 kelahiran – polisi kemudian menyelidiki dan menangkap Yusri. Ia mengatakan bahwa ketika kasus itu dipublikasikan di Internet kemarin, Yusri berkata: “Ada 10 orang di klinik untuk operasi dan satu pasien. Pasien. “Yusri menambahkan, pihaknya akan melakukan aborsi ilegal setiap Senin, mulai pukul 07.00 hingga 13.00. WIB. Jadwalnya pukul 07.00 hingga 13.00,” kata Yusri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *