Soal massa Rizieq, Fadli Zon mengatakan, persoalan muncul karena melibatkan dua nama penting yang tidak populer.

TRIBUNNEWS.COM-Politisi Gerindra Fadli Zon menanggapi keresahan massa Habib Rizieq Shihab.

Fadli Zon mengatakan, tidak hanya populasi HRS saja yang perlu diutamakan, tapi juga inkonsistensi dalam penanganan pemerintah terhadap Covid-19.

Sejak awal pandemi Covid-19, hal ini dapat dilihat pada reaksi berbeda dari menteri yang berbeda.

Fadli Zon mengutarakan pendapatnya dalam insiden Mata Najwa yang dilaporkan TribunJakarta di Najwa Shihab (19/11), Kamis. -Memenangkan:

“Sejak awal, penanganan Covid-19 tidak konsisten, termasuk komentar pejabat dan Mahfud MD bahwa pemerintah siap menindak tegas massa,” kata Fadli Zon. -Fadli Zon menjelaskan, tidak hanya itu, ada juga pernyataan Mahfud MD tentang Inpres No. 6/2020 yang menegaskan namun tidak memberikan sanksi pidana atas pelanggaran perjanjian kesehatan. Covid-19 dan pesan kesalahan ini mungkin dikecam karena menyebabkan keadaan darurat. “

” Bahkan jika Jakarta dan negara kuat berada di jalan buntu dalam isolasi regional, saya tetap salah satu orang yang mendukung blokade awal. Fadli Zon menjelaskan, jika ada anggapan PSBB tidak menyebut detail, undang-undang itu hanya ringkasan.

Lihat juga: Menolak mengedepankan insiden Letnan Gubernur DKI Habib Rizieq Riza Patria membeberkan kandungan OA dari gubernur kepada walikota> >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *