Satpol PP DKI telah menutup 8 rumah makan yang mampu menampung 3.022 orang tanpa masker

Reporter tribunews.com Danang Triatmojo

Laporan TRIBUNNEWS.COM Jakarta-Satpol PP DKI Jakarta menemukan bahwa pada hari pertama pelaksanaan (kemarin (14/9)), delapan (8) perusahaan pangan melanggar seluruh aturan PSBB. Penanggung Jawab Satpol PP DKI Arifin mengatakan, pelanggaran yang ditemukan relatif sedikit.

“Saya kira masih tergolong kecil karena hanya ada sekitar delapan (8) toko makanan”, ujarnya kepada Balaikota DKI di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2020)

Beberapa pelanggaran aturan pangan Perusahaan makanan termasuk Warunk Upnormal Rawamangun, Bandar Condet, Rumbo Star Coffee, Cafe Rocks di Jakarta Timur, dan beberapa restoran Padang dan Nasi Uduk. -Semua produk dikenakan sanksi, dan dilarang pengoperasian 1×24 jam keesokan harinya. Setelah itu, mereka diizinkan untuk dibuka kembali.

Seputar pelanggaran yang ditemukan oleh personel di lokasi, termasuk tidak membatasi jumlah pekerja atau pengunjung sesuai ketentuan, dan tidak khawatir menjaga jarak dengan orang lain dan terjebak di tempat makan.

Baca: Pasar real estate harus bergairah para pengembang Jepang kejar proyek superblok di Jakarta Timur-Baca: Semakin banyak jenazah korban Covid-19 dimakamkan di pemakaman Mangunjaya Tambun Bekasi

Baca: Pria 63 tahun yang kerap diejek karena belum menikah itu marah, lalu diejek hingga mati – “Salah satunya seperti itu. Jadi kami mengambil tindakan tertutup. Kami tutup dulu,” jelasnya. -Sebanyak 3022 orang yang diserang tidak memakai topeng-selama periode ini, 3022 orang diserang karena mereka tidak memakai topeng. Menurut data yang terkumpul, 2.868 pelaku kriminal memilih melakukan bakti sosial untuk membersihkan fasilitas umum. Pada saat yang sama, 154 orang menerima denda administratif.

“Kemarin hanya ada 3.022 orang,” kata Ariffin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *