Jika terbukti melanggar prosedur, penanggung jawab kota dan desa Grogol Selatan diancam akan menjadi anggota staf tanpa ada kompensasi.

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, Kepala Kelurahan Grogol Selatan Asep Subah masih dalam pemeriksaan. ) Dalam kasus pengalihan hak koleksi Bali, Djoko Tjandra (Djoko Tjandra).

“Peninjauan sedang dilakukan dan dia untuk sementara ditangguhkan,” kata Zhaidel dalam konfirmasinya, Selasa (14/7/2020) .

Jika ternyata melanggar prosedur, hukumannya akan ringan hingga sedang. Hukuman Parah, Menunggu Asep .

Baca: Jadwal Lengkap Tuduhan Lurah Grogol Selatan dalam Kasus KTP Elektronik Djoko Tjandra

Sanksi ringan antara lain pemindahan kepala desa menjadi staf atau tindakan disipliner.

Meski mendapat sanksi ringan, Asep diancam hanya menerima gaji pokok dan tidak menerima tunjangan selama tiga bulan berturut-turut. Dia menyatakan: “Jika sudah dikonfirmasi, dia bisa diberhentikan, atau menjadi anggota staf, atau bahkan dikenakan tindakan disipliner.”

“Jika dia diperingatkan, dia tidak akan kembali ke posisi Kalula, Chaidir menjelaskan:” Dia dipindahkan ke jenjang yang sama, tapi itu selalu TKD selama tiga bulan. “Acep tidak akan menjadi kepala desa. Dia akan dipindahkan ke staf. Dia tidak akan menerima tunjangan 12 bulan, tetapi hanya gaji pokok.- — “Jika sulit diguncang, kalian tidak akan mendapatkan TKD 12 bulan. TPP tidak terima gaji, hanya gaji, ā€¯ujarnya. Ia menyimpulkan, kepala desa diperiksa karena pelakunya adalah kepala desa yang menerimanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *