Bareskrim Polri memanggil 48 narapidana untuk mengkonfirmasi positif, yang membuktikan Covid-19 telah sembuh

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM -Biro Reserse Kriminal Polri menyatakan bahwa 48 tahanan yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 kini semuanya telah kembali sehat – semuanya dinyatakan negatif berdasarkan serangkaian kondisi kesehatan. .

“Sebanyak 48 orang yang dipastikan positif HIV kemarin semuanya dalam keadaan sehat dan sehat,” kata Karo Penmas dari Brigjen Awi Setyono Mabes Polri saat dikonfirmasi, Rabu (2 Desember 2020). -Menurutnya, banyak tahanan yang ditahan menerima perawatan di rumah. Orang yang sakit juga dikembalikan ke sel penjara investigasi kriminal polisi.

Baca Juga: 26 Narapidana Polisi dari Rutan Muaro Jambi dipindahkan ke Lapas Muara Sabak

Baca juga: Polisi hanya memanggil Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, dan akan diperiksa di Bareskrim Polri

Di sisi lain, dia membenarkan bahwa kondisi penahanan tidak ada kaitannya dengan penyebaran Covid-19 kali ini.

“Orang-orang yang dikirim ke rumah sakit polisi oleh Bareskrim telah berangsur-angsur pulih mulai 19 November. Mereka dalam keadaan sehat dan telah ditempatkan di sel unit penyidikan kriminal. Oleh karena itu, semuanya sekarang bermanfaat dan steril untuk Covid-19 Dia menyimpulkan. “

Polisi investigasi kriminal sebelumnya mengidentifikasi puluhan tahanan. Mereka berada di fasilitas penahanan investigasi kriminal polisi di Jakarta Selatan. Banyak dari mereka telah terinfeksi virus Covey d-19. Usap massal uji semua tahanan. Humas Polri -Carlo Penmas Brigjen Awi Setyono mengatakan, sebanyak 170 tahanan ditahan di pusat penyidikan tindak pidana Polri. Dipastikan terpapar Covid-19.

“Menurut laporan Kapolres Puskesmas, pembersihan 170 narapidana Bareskrim yang dipastikan Covid-19 mengakibatkan 48 orang.” Batuk / demam / pusing / 8 orang gejala flu dan 40 orang tidak ada gejala, “kata Awi usai konfirmasi, Senin 16 November 2020. -Awi mengatakan, pihaknya juga menyediakan beberapa narapidana yang melahirkan narapidana jati di RS Polri Klamath, yang sedang dalam perwalian, pasien yang mendapat pengobatan di luar hak hanya menunjukkan gejala klinis Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *