Anies membebaskan Direktur Utama Sarana Jaya Development yang diduga tersandung kasus korupsi KPK

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan jabatan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

Pencabutan jabatan itu setelah Gubernur Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan identitas tersangka. Ketetapan Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penghapusan Dirut dan Pengangkatan Direktur Pembangunan sebagai Plt. Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Jakarta Plt Direktur Utama BP BUMD DKI Riyadh mengatakan, Gubernur segera mengambil tindakan. untuk berdiri Pada kasus ini.

Baca juga: KPK membuktikan penyidikan dugaan korupsi pembelian tanah DKI terkait program DP Rp 0-Yorie mengatakan akan memulai proses hukum berdasarkan asas praduga tidak bersalah. Riyadh mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Gubernur saat itu segera memutuskan untuk mengeluarkan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini, Yoori akan mengikuti prosedur hukum dan bersikeras pada praduga tidak bersalah.” ) -Setelah Youry dinonaktifkan, posisi Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya dijabat oleh Indra Sukmono yang merupakan Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Indra Sukmono menjadi Plt. Direktur (Plt). FYI, Yoory C Pinontoan menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak tahun 2016 dan menggeluti profesinya sejak tahun 1991, serta menjabat sebagai Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak tahun 2016. Panitia DPRD B Abdul Aziz membenarkan bahwa Direktur Utama PD K Pembangunan Sarana Jaya ditetapkan YPK sebagai tersangka kasus korupsi.

Pembangunan Sarana Jaya adalah salah satu pemilik daerah DKI Jakarta. Perusahaan (BUMD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *