Setelah kematian 6 Laska Real Estate Investment Trusts, pengacara keluarga menolak polisi untuk membangun kembali

Jakarta Tribunnews.com-Pengacara keluarga korban Aziz Yanuar menegaskan pihaknya menolak melanjutkan pekerjaan rekonstruksi polisi atas tewasnya 6 Pembela Islam (IPF) di tol Jakarta-Cikampek KM 50.

— Hal tersebut juga menunjukkan alasan dilakukannya .

– “Ini adalah tragedi dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia. Untuk itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan tim investigasi independen harus Dibentuk untuk mencari penyelesaian yang obyektif dari kasus tersebut. Rencana, “kata Aziz dalam surat penegasannya, Rabu 16/16/2020). -Aziz sendiri berterima kasih kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atas pekerjaannya dalam menyelidiki insiden ini.

“Selama ini Komnas HAM juga menggarap investigasi kasus Bang. -Dia meminta masyarakat mendukung Komnas HAM dalam masalah ini.

Lihat juga: Komnas Ham Surat Kabareskrim menanyakan dokter yang akan merawat Laskar Otopsi 6 jenazah IPF – “Alhamdulillah, kami tetap mendoakan agar staf Komnas HAM terus menyelesaikan pekerjaan ini,” pungkasnya .

– Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Tanggapan Prabowo atas Keprihatinan Masyarakat Rekonstruksi Kecurigaan terhadap 6 Orang Laskar FPI yang Ditembak Mati di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Pintu Tol Karawang pada Senin, 7 Desember 2020 – Menurut Listyo, rekonstruksi merupakan bagian dari proses penyidikan. Hal itu dilakukan oleh Polri. -Sealiknya, Pengerjaan rekonstruksi yang akan dilaksanakan pada Senin pagi tanggal 14 Desember 2020 masih belum selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *