Pelarangan mobil selama lebih dari 10 tahun melalui larangan ibu kota dapat menyebabkan masalah baru

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melarang mobil pribadi berusia di atas 10 tahun melewati ibu kota.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 66 tentang pengendalian kualitas udara tahun 2019.

Larangan tersebut diperkirakan akan berlaku pada tahun 2025.

Namun demikian, DPDI PDI Partai Demokrat Republik Demokratik Jakarta- Anggota fraksi P Gil Gilbert Simanjuntak mengkritik rencana Añez. — Baca juga: Ketika Anies Baswedan menyapa Harlah NU, dia berharap Jokowi bisa lebih mudah menangani pandemi Covid-19 — dia yakin larangan menyalip justru bisa menimbulkan masalah baru. Mereka membeli mobil baru. -Selain itu, tarif pajak untuk pembelian kendaraan roda empat yang berukuran kurang dari 1.500 cm3 adalah nol. cc adalah nol. Orang secara otomatis akan banyak bergerak. Beli mobil baru yang tidak 1%, “kata Gilbert (Senin / 021/2) kepada wartawan.

Baca juga: Anies dukung Persatuan Warga Samaawa (Persatuan Warga Samaawa) Ada-Kalau ini sampai terjadi, ujarnya tujuannya mengurangi polusi udara tidak akan berdampak besar.

Di sisi lain, semakin banyak mobil tua yang tidak terpakai atau ditinggalkan.

Dalam masalah ini, Gilbert meminta Anies Baswedan untuk memperbaiki transportasi umum terlebih dahulu. sistem sebelum memberlakukan larangan mobil kuno. DKI sudah lebih dari 10 tahun-lihat juga: Pengamat: Banjir di Jakarta diperkirakan membuat Anies harus melakukan tindakan luar biasa-selain itu, angkutan umum DKI masih belum mampu menjangkau semua area. Jacqueline masih sangat sedikit. Ketika fasilitas sudah lebih nyaman, orang akan beralih ke angkutan umum. Jika Anda tidak nyaman, orang akan menolak setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *