Pemerintah provinsi DKI menantikan virus Corona, mendesak warga untuk beralih ke transaksi non-moneter

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov) meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan mata uang dalam proses transaksi. Warga mulai menggunakan uang elektronik atau mata uang lainnya.

Baca: Pablo Benua menabrak virus Corona, terima kasih atas keterlambatan percobaan ikan asin

Ini untuk mencegah penyebaran infeksi virus Corona (COVID-19), sambil meningkatkan kewaspadaan penularan virus.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengharuskan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun setelah memegang uang.

– Karena mereka berpikir uang yang berpindah tangan seringkali dapat menjadi bahaya tersembunyi dari bakteri dan virus. — “Untuk mengurangi paparan publik terhadap virus korona. Yang terbaik adalah menggunakan mobile banking untuk transaksi non-moneter,” kata Sekretaris Jenderal Bank DKI Herry Djufrain. Saya pernah mengkonfirmasi bahwa Rabu (18/3/2020).

Perusahaan regional yang bergerak di bidang perbankan (BUMD) berharap masyarakat dapat beralih menggunakan layanan mobile banking, salah satunya adalah melalui JakOne untuk transaksi mobile .

Aplikasi Ini adalah layanan keuangan mobile banking dan dompet digital yang dapat digunakan sebagai alat perdagangan harian yang diperlukan. Berkenaan dengan kegiatan bisnis selama epidemi Virus Corona, Bank DKI terus memberikan layanan yang komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *