Penyakit jantung koroner di Malaysia mengarah ke upacara penobatan Cianjur dan penyebab kematian

Laporan dari Trisun (TribunJakarta.com) reporter Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM di Kota Bekas-singkatan D (55) dari penduduk Kabupaten Bekasi diduga diduga korona selama perawatan di rumah sakit. Hafiz (RSDH), Jalan Pramuka dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin lalu (3/3/2020).

Ketika pasien asli D mengeluh sesak di perut, ia menemukan berita itu dan baru saja bepergian ke luar negeri. -Informasi kemudian mendorong Bupati bertindak Cianjur Herman Suharmen untuk pergi langsung ke RSDH untuk mengkonfirmasi pesan.

“Herman mengatakan, Senin malam (2/3/2020):” Saya hanya perlu memeriksa langsung dengan dokter yang hadir, ada informasi di luar bahwa seorang pasien dengan virus corona masuk ke Dr. Hafez Setelah rumah sakit, saya memeriksanya. Melalui TribunJabar.id .

Dia mengatakan bahwa warga Cianjur tidak perlu panik karena mereka masih diselidiki dan hanya mencurigakan.

“” Pasien belum diberi tahu bahwa ia telah terinfeksi oleh virus korona karena rasa sakitnya telah memburuk dengan cepat. Kami berdoa agar ia tidak akan terkena virus corona dan akan dirujuk ke RSHS Bandung malam ini. “Herman menjelaskan.

Tidak ada waktu untuk merujuk ke RSHS Bandung, inisial pasien D dinyatakan meninggal pada tahun 2004: Kemarin (Rabu, 3 Maret 2020), Bank Dunia 00: 00– — Jenazahnya segera dicuci dan dibawa ke aula ritual di desa Mangunjaya, Tambon Selatan, Kabupaten Kabupaten, Bekasi.

Sekitar pukul 10 malam WIB 30:00, jenazah D tiba di Yiguan, ketika mengangkut tubuh Cianjur ke Yiguan, Ling mendengar tampaknya mengenakan peralatan pelindung pribadi penuh. — Halaman Selanjutnya ================== >>>> > >>>>>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *