Pasukan Disiplin DKI Jakarta Siaga Coronavirus, mulai dari cuci tangan hingga panggilan video

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Departemen penjara terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (COVID-19). Nugruohu State Department of Correction Direktorat Jenderal Tinjauan Langsung Unit Implementasi Teknologi Penjara Banyak (UPT PAS) di Kabupaten DKI, Jakarta, Rabu (18/3/2020) – Membaca: Tanggal Bebek dan Motivasi Beras Bekasi Pedagang memutar teman mereka hingga 11 kali – selama kunjungan, Nugroho menekankan pentingnya mengambil tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan dan membatasi kunjungan.

Warga ditempatkan di keluarga asuh untuk diadili masuk dan keluar, dan daerah lain masuk dan keluar. Bukan hanya di tempat yang sama. Nugroho mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa bagaimana orang luar mencuci tangan mereka dengan air mengalir adalah pilihan terbaik. ) Semua UPT PAS Kelas IIA Seremba, Penjara Kelas I Cipinang, Cipinang Kelas I, Penjara Narkotika Kelas IIA Jakarta dan Rumah Sakit Kesehatan Umum Cipinang (RSU) Jakarta telah mulai membatasi akses video dengan menggunakan ponsel dan laptop. Menteri mengeluarkan instruksi untuk mengantisipasi pembatasan orang yang berkumpul. Jangan menyebabkan keresahan sosial seperti kunjungan, dengar pendapat, dll. Mereka yang berpartisipasi dalam uji coba (harus pergi) juga harus benar-benar memperhatikan masuk dan keluar, hingga 30 orang. Lakukan prosedur permanen. Tim medis harus memahami dan karena itu harus melakukan intervensi. Infrastruktur video telephony telah ditambahkan, “kata Nugroho. Dia menambahkan:” Jika memungkinkan, setelah malam Natal korona, Anda dapat melanjutkan layanan panggilan video. “Nugroho juga bertemu dengan para tahanan yang kembali ke komunitas. . Penjara Narkotika Jakarta. Dia berbicara dan berbagi informasi tentang virus korona dengan tahanan.

“Di negara yang berbeda, konsekuensinya berbeda. Pemerintah kami telah mengeluarkan kebijakan untuk mencegah orang berkumpul. Nugroho mengatakan:” Untuk pemulihan besok, hanya ada maksimum 30 orang dalam satu kelompok, jangan Saat berjabatan tangan, Anda harus mencuci tangan dengan sabun.

Meninjau persiapan RSU Guard untuk mengatasi ancaman virus korona.

Baca: Menunggu virus korona, rekaman dari Wakil Bupati Sumedang tahu bahwa masih ada tempat hiburan malam hari

Terbatas infrastruktur sumber daya manusia Ini adalah masalah khusus.

“Jika ada penduduk yang terkena mahkota, mereka harus diisolasi. Korban dan pengasuh harus menggunakan alat pelindung diri. Tim kesehatan terus melakukan pekerjaan isolasi untuk penghuni asrama yang terinfeksi dan menggunakan Rumah Sakit Umum Penga Yoman untuk isolasi. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *