Berita: Secara resmi, ini adalah rincian tarif ojek online Jabodetabek yang baru

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menaikkan harga ojek motor online (ojol). Peningkatan hanya berlaku untuk Distrik 2 atau Jabodetabek.

“Menurut hasil diskusi, kenaikan hanya berlaku untuk Jabodetabek atau Distrik 2”, katanya. Dia mengumumkan di Jakarta pada hari Selasa (10 Oktober 2020).

Membaca: Tiara Idol menyalakan suara yang sering diatur dengan Dul Jaelani: bersantai hanya karena itu tidak benar – Membaca: Menunggu 4 anak kecil untuk menikah lagi– – Berdasarkan diskusi dengan pihak-pihak terkait, tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) akan meningkat.

Hasil penelitian Kementerian Transportasi berdasarkan R&D menunjukkan bahwa peningkatan TBB adalah 225 Rp per kilometer. Namun, Kementerian Transportasi memutuskan untuk membulatkannya menjadi Rp 250 per kilometer.

“Menurut hasil penelitian, Rp 225 dibulatkan menjadi Rp 250 per kilometer. Biaya layanan yang lebih rendah dari Rp 2.250 menjadi Rp 2.000 per kilometer,” kata Budi. -Kemudian, untuk TBA, itu meningkat dari Rp 150 per kilometer menjadi Rp 2.650 per kilometer, dari Rp 2.500 per kilometer menjadi Rp 2.650 per kilometer. Dia mengatakan: “Batas atas tarif dinaikkan dari IDR 2500 ke IDR 2650.” Tidak hanya itu, tetapi biaya layanan minimum juga telah disesuaikan menjadi Rp. 9.000 ketika batas bawahnya adalah Rp. Batas atas adalah 10.500. Ada biaya layanan minimum untuk perjalanan kurang dari 4 kilometer.

Buddy menunjukkan bahwa karena desakan pengemudi ojol, harga tidak dinaikkan. Dia berkata: “Kami juga mendengarkan keinginan dan diskusi, dan seterusnya, dan kami menghitung ulang.” .

Rencananya akan dilaksanakan pada 16 Maret 2020 oleh Gojek, Grab, dan aplikasi ojol Maxim. –

Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul “Jabodetabek Online”. Tarif ojek naik secara resmi, berikut ini adalah informasi terperinci “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *