Penyihir cabul Depok sedang beraksi, meminta pelanggan untuk membuka baju dan kulit mereka di bak mandi bunga

Menurut laporan oleh reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, Polisi Metro Jakarta-Depok mengungkap kasus pelecehan seksual dalam bentuk pembaptisan penyihir palsu. Korban ditangkap setelah dilaporkan ke polisi. Empat wanita korban kekerasan seksual. Inisial mereka adalah SD, N, TA dan RL. – Insiden dimulai pada Januari 2020. Korban sekolah dasar mengunjungi tersangka pelaku. – Korban dan keluarganya datang ke rumah agresor dan berencana untuk mandi di air. Yusri mengatakan kepada wartawan, Kamis (25/6/2020): “” Keluarganya datang ke rumah penjahat yang akan mandi di sepuluh ribu bunga, dan kemudian para korban bergantian mandi di sepuluh ribu bunga. “Ketika korban mandi di air minum, korban meminta penyerang melepas semua pakaiannya dengan dalih permintaan penulis.

Kemudian, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Katakan padanya untuk melepas pakaiannya Menjadi lebih suci. Dia menjelaskan bahwa setelah korban dimandikan oleh agresor, agresor menyentuh payudara korban dan melecehkan alat kelamin korban. Apeman kehilangan 100 juta rupee karena pendeta dukun. “Setelah itu, pelaku kembali memandikan korban dengan mata air sembari mengucapkan doa atau mantra. Setelah itu, agresor berkata kepada para korban, mengatakan kepada mereka: “Jangan bilang siapa-siapa, mereka akan dimangsa (oleh karena itu).” Setelah itu, pelaku berjalan keluar dari kamar mandi, “simpulnya.

Dalam penangkapan ini Di kepolisian, banyak benda disita, termasuk pornografi dan konsekuensi psikologis, tujuh bentuk bunga dan pot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *