Mengungkap fakta baru bahwa sang suami ditikam hingga mati di Serpong, inilah pengakuan polisi terhadap korban

Laporan oleh Jaisy Rahman Tohir, reporter dari TribunJakarta.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM di Jakarta – Fakta terbaru terkait kasus suami-istri kelompok kediaman Viola, Tangsel, Uttar Pradesh, Pakujaia , Selasa (2/2/2/2020) lalu terungkap.

Siska (40) Azwar (35), korban penusukan suaminya, mengungkap penyebab kejadian itu. — Siska akhirnya menemukan perawan Rumah Sakit Permata Ibu di Ciledug, Kota Tangeran setelah dua minggu pelatihan intensif.

Siska mengungkapkan kepada polisi bahwa sebelum kejadian, suaminya mengalami depresi dan harus minum obat penenang secara teratur.

Baca: Perbarui limbah radioaktif Serpong hari ini — Kepala Polisi Serpong, Komisaris Stephanus Luckyto mengatakan bahwa tiga bulan sebelum operasi, Azwar bosan dan tidak ingin mengambil obat penenang yang diresepkan oleh dokter. Luckyto mengatakan melalui telepon dari TribunJakarta.com, Kamis (2/2/20/20): “Karena saya telah memberi tahu dia, suami saya harus bertanya:” Saya seorang dokter antidepresan dan saya telah menerima saran dokter. “2020). Dia menambahkan:” Ini hanya karena suaminya lelah dan bosan, dan harus selalu minum obat, jadi dia menghentikan perawatannya sekitar tiga bulan lalu.

Namun, efek dari berhenti menggunakan narkoba membuat Azwar sering kambuh menjadi depresi.

Suasana hatinya menjadi tidak stabil dan sering menyebar pada wanita.

Baca: Mulai besok, periksa 9 Tingkat radioaktivitas warga Perum Batan Indah Serpong, berikut ini adalah ikhtisar proses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *