Pejabat Tangerang diduga memeras ratusan juta rupee

Tangerang TRIBUNNEWS.COM – Seorang pegawai Biro Penanggulangan Bencana Kota Tangerang (BPBD) berpartisipasi dalam kasus pengadilan.

Kali ini, seorang anggota staf BPBD terjebak dalam rekonstruksi dan rekonstruksi surat awal (DR) (DR).

DR mencurigai pemerasan ratusan rupee pemerasan oleh puluhan calon karyawan , Para karyawan ini dijanjikan untuk menjadi freelancer harian di BPBD Tangerang.

Tetapi sejak 21 November hingga 2019, DR dipindahkan ke kantor dan bertugas sebagai staf BPBD, dan ditempatkan di bidang RR.

Sejak itu, orang tahu bahwa DR sering berfungsi sebagai pembolos kantor.

“Dia jarang pergi bekerja, dia sudah melihatnya sebelumnya, tetapi dia hanya absen, dan kemudian menghilang lagi. Seperti orang yang takut. Ya, kami juga bertanya mengapa ada beberapa orang baru untuk pergi bekerja. Kami berbicara dan menulis Saya dituduh tiga kali di situs web, tetapi masih diabaikan, “kata Edi Sofyan kepada Wartakotalive.com, Kamis (18 Juni 2020). DR dicurigai memeras biaya ilegal hingga beberapa ratus juta rupee dari puluhan karyawan potensial THL yang ingin bekerja di BPBD.

Saat ini, kasus DR sedang ditangani oleh Departemen Kepolisian Kriminal Tangerang. Baca: KPK mengeksekusi pengusaha yang menyuap pengusaha Aspidum dari ibukota Jakarta ke penjara Sukamiskin

Baca: Dinas SDA DKI memerlukan pertimbangan prioritas pagu APBD untuk mengelola banjir dan kebocoran Kepala BPAK Kalak Deni Koeswara Tangerang Konfirmasi (DR) adalah agen BPBD dengan status layanan sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *