Menurut keputusan pemerintah, polisi mengizinkan penumpang Ojol untuk membawa penumpang selama PSBB

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polisi akan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan untuk mengizinkan sepeda motor mengangkut penumpang yang membawa batasan sosial yang lebih besar (PSBB) di wilayah Jakarta.

Direktur Transportasi Indonesia (Dirlantas) Komisaris Polisi Kota Jakarta Sisir Sambodo Purnomo Yugo mengatakan bahwa selama PSBB, pengemudi ojek online akan diizinkan untuk mengangkut lebih banyak penumpang.

Dengan syarat mereka harus mematuhi peraturan higienis yang ditentukan oleh pemerintah. Sambo berkata: “Jika saya ingat dengan benar, saya akan merujuk pada apa yang dikatakan juru bicara Departemen Transportasi Aditya (Aditya).” Media Polisi Ibukota Jakarta, Minggu, Jakarta (12/4/2020) .

Baca: Selain konflik dengan Menteri Kesehatan, ketika PSBB juga ambigu, Menteri Transportasi Ojol mungkin tertarik – ia mengatakan bahwa pihaknya tidak menyangkal keberadaan “pengemudi Ojol” yang dapat mengangkut penumpang selama PSBB Dualisme.

Tapi dia akan mengikuti keputusan pemerintah.

“Memang, memang ada dualisme di sisi beberapa juru bicara Departemen Kesehatan bahwa Ojol dapat mengangkut penumpang, tetapi hanya di sisi peraturan. Menteri Transportasi, silakan baca. Jelas, ojol hanya memungkinkan transportasi barang. -ir, partainya akan berkoordinasi dengan departemen transportasi untuk mematuhi aturan di atas.

“Kami akan membahas masalah ini dengan kantor transportasi sehingga kami dapat mengambil tindakan yang sesuai dengan agen terkait, terutama departemen hukum. “Dia menyimpulkan itu. -Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan peraturan Menteri Transportasi (Permenhub) No. 18 tahun 2020, tentang pencegahan distribusi Covid-19.

Menteri Perhubungan bertanggung jawab untuk masalah internal Menteri Luhut Binsar Pandjaitan diangkat pada 9 April 2020. Salah satu aturannya adalah pengendalian lalu lintas di area yang ditentukan oleh PSBB.

Menurut peraturan ini, sepeda motor atau Kendaraan roda empat dapat mengangkut penumpang selama memenuhi peraturan kesehatan. Aturan berlaku untuk mobil pribadi, operator fasilitas transportasi darat, kereta api, infrastruktur laut dan udara.

“Untuk sepeda motor, penumpang dapat diangkut sesuai dengan peraturan kesehatan Misalnya, desinfektan kendaraan dan desinfektan properti sebelum dan sesudah digunakan, kenakan masker dan sarung tangan, dan jangan mengemudi jika suhu tubuh lebih tinggi dari normal atau sakit. “Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan dalam siaran pers, Minggu (4 Desember 2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *