Polisi menggerebek 30.000 penyaringan

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim

Dilaporkan oleh Tribunnews.com-JABARTA subjek investigasi narkoba Kepolisian telah mencari Gudang Pusat Cakung (Blok I No. 11) untuk dugaan inventaris dan menghasilkan topeng ilegal Gudang. Jalan Cakung Cilincing Bintang V, Rototan Cilincing KM 3, Jakarta Utara (28/02/2020).

Direktur Hubungan Masyarakat Departemen Kepolisian Metro Jaya mengumumkan bahwa Kepala Polisi Yusri Yunus mengatakan serangan itu didasarkan pada laporan publik tentang kekurangan topeng karena epidemi virus korona. Akibatnya, harga pasar topeng meroket 15 kali.

“Dalam beberapa bulan terakhir, harga topeng ini tiba-tiba naik terlalu tinggi di pasar. Masker termurah biasanya berharga 20.000 rupee, dan sekarang pasar telah mencapai sekitar 300.000 rupee,” kata Yusri. Menyerang.

Baca: Tuan Sekretaris tidak mengerti penderitaan masyarakat yang terkena dampak banjir

Yusri menemukan dalam penyerbuan ini bahwa ada 60 kotak berisi 3.000 kotak dengan 30.000 topeng siap untuk dibagikan. Dia berkata: “Jumlah total barang yang kami berhasil simpan di sini adalah sekitar 600 kotak, dan isinya sekitar 30.000 (topeng).” Dia juga menambahkan. Gudang tersebut dikatakan milik PT Uno Mitra Persada dan PT Unotec Mega Persada. Namun, selama proses pemeriksaan, pemilik gudang berada di luar negeri.

“Katanya, dua Ms. PT berada di LN.” Dalam penggerebekan ini, diduga bahwa orang mengumpulkan total 10 orang. Dan topeng produksi. Melanggar hukum Semuanya aman di bawah bimbingan obat-obatan narkotika dari Kepolisian Metropolitan Jaya.

Mereka adalah manajer YRH, manajer gudang EE, operator mesin D, S dan LF adalah driver, F, DK, SL, SF, ER adalah pekerja.

Perilaku mereka diduga melanggar tanggal 36 tahun 2009 Pasal 196 Dekrit tentang Kesehatan. Selain itu, Pasal 107 UU Perdagangan No. 7 tahun 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *