Sebelum menerapkan PSBB, pantau kemacetan lalu lintas di jalan-jalan Bogor

Bogor TRIBUNNEWS.COM – Sehari sebelum diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Bogor, Depok dan Bekasi, jalan-jalan kota Bogor menjadi lebih ramai pada Selasa (14/4/2020). – Bahkan, ketika Jl Raya Bogor berada di depan markas Brimo Ksatrian dan Red Light Talang beberapa kali, ada kemacetan lalu lintas. Di sebelah timur Chipinong di Kabupaten Bogor, pemantauan jalan relatif stabil.

Antrian kendaraan hanya bisa dilihat di lampu merah seperti Cisalak dan Depok Junction. Namun lalu lintas tidak lancar.

Kabupaten Bogor akan memasuki Kota Cibinong sekitar pukul 16:00. Pukul WIB, saya melihat puluhan petugas Satpol PP menyiapkan lokasi pos pemeriksaan. Tanyakan tentang pengusaha yang biasanya mengenai bahu mereka di dekat pertigaan Cibinong atau dekat jembatan layang.

Di persimpangan berbentuk T di seberang pusat perbelanjaan Cibinong yang umumnya ramai, waktu antriannya tidak terlalu lama.

Begitu memasuki Kota Bogor, di Jalan Raya Bogor di depan markas Brimob Ksatrian, ada kemacetan hampir 400 meter.

Saluran kiri dan kanan tampaknya diblokir pada pukul 16.33.

Menurut pengamatan Tribunnews.com, keramaian terjadi ketika pekerja dari pabrik terdekat kembali ke rumah mereka.

Ada juga penjual makanan dan peralatan di sekitar pabrik, sehingga beberapa pekerja berbelanja di pinggir jalan. Mercusuar Merah Lang berjarak sekitar 250 meter.

Butuh 7 menit untuk menyeberang jalan.

Baca: Pembaruan: Corona Sulawesi Selatan, Selasa, 14 April: 231 kasus positif, 33 sembuh, dan 15 mati

tetapi memasuki stasiun tol Sentul Selatan dan jalan itu tidak terhalang.

Demikian pula, di daerah Jambu Dua, yang biasanya penuh dan ramai selama sehari, hati-hati memantau rute.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *