Warga yang diselamatkan terpaksa dikirim ke Rumah Sakit Bekasiri. Bekasiri terbukti sebagai mahkota negatif

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Beberapa hari yang lalu, tubuh PDP Covid-19 dipindahkan secara paksa ke Rumah Sakit Mekarsari di Bekasi, Jawa Barat, yang mengejutkan warga Bekasi.

Jelas, selama periode setelah kematiannya, hasil pemeriksaan mayat memang negatif. 19.

– Seperti halnya urutan kronologis dari Polri Yusri Yunus, kepala hubungan masyarakat di Kepolisian Jakarta, dalam kasus pengangkutan paksa tubuh PDP Covid-19 ke Rumah Sakit Mekarsari Seperti yang dinyatakan dalam pidato tersebut. -Dia mengatakan ada kesalahpahaman antara rumah sakit dan keluarganya. .

Baca: Lusinan personel paksa membawa jenazah PDP Covid-19 ke Rumah Sakit Mekar Sari di Bekasi, tampaknya bukan keluarga.

Menurutnya, korban meninggal pada 8 Juni 2020, sekitar pukul 10:00: 0 pagi, ini adalah hasil uji Covid-19, mayat Labkesda belum keluar.

Hasil tes Covid-19 mayat hanya keluar di sore hari.

Atas dasar ini, rumah sakit memutuskan untuk mengubur rencana kesehatan untuk pasien dengan penyakit menular.

“Pada 8 Juni 2020, pukul 16.00, informasi WIB diperoleh dari Rumah Sakit Mekarsari, yaitu, tes SWAB negatif, dan hasil PCR Rumah Sakit Mekarsari, yang mimpi orang mati saya, adalah negatif,” Yusri Jumat ( 12/06/2020) kepada wartawan. ) .

Sayangnya, sebelum hasil laboratorium diumumkan, keluarga dan penduduk segera mengangkut mayat sampai ada konflik antara rumah sakit dan penduduk. Kasus ini akhirnya diselesaikan sebagai sebuah keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *