Kontroversi Presiden DPRD DKI Jakarta tentang Surat Rekomendasi Formula E: Pertanggungjawaban Pertama untuk Kebudayaan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Implementasi Formula E di kawasan Warisan Sejarah Nasional (Monas) masih kontroversial. Iwan Henry Wardhana menolak untuk menunjukkan surat rekomendasinya yang memegang Formulir E di area Monumen Nasional.

Bahkan, merujuk pada UU No. 11 tahun 2010 tentang warisan budaya, diindikasikan bahwa satu-satunya otoritas untuk mengeluarkan rekomendasi ini adalah TACB.

“Direktur Biro Budaya menyuruhnya membaca peraturan dulu. Belajar dulu,” katanya, Senin (18/2/2020).

Politikus PDIP sangat menyayangkan sikap Kadisbud, penjelasannya untuk Kadisbud sepertinya tertutup, dan dia mengajukan proposal untuk mengubah warisan budayanya menjadi lintasan balap. Mobil ini.

“Sekarang, orang yang bertanggung jawab atas departemen budaya mengatakan ini adalah masalah administrasi. Dia meminta uang dari DRPD. Saya yang mengalahkan orang,” katanya. .

“Tujuannya sangat bagus, tapi apa yang dia katakan seperti ini?” Untuk alasan ini, Plasetio mengatakan bahwa surat rekomendasi yang bertujuan memadamkan keinginan Gubernur Anies Baswedan untuk menyelenggarakan Formula E di Monas adalah kebohongan publik.

Pratikno mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta DKI telah menerima proposal TACB di tingkat provinsi untuk menyelenggarakan kompetisi mobil bebas emisi di kawasan cagar budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *