Ungkapan ini sulit dipahami. “Pembunuh anak laki-laki dan perempuan” membuat psikolog kewalahan dan membuat keputusan ini.

TRIBUNNEWS.COM-Setelah psikolog membuat keputusan ini, ekspresi seorang pembunuh siswa SMP di Sawah Besar sulit dipahami. ) Sulit dibaca untuk pemeriksaan kejiwaan.

Pemeriksaan psikologis NF masih dalam studi. -Sayangnya, seorang siswa perempuan yang memutuskan untuk membunuh anak laki-laki hampir tidak bisa membaca ekspresinya. -Reading: Sekolah tempat video pelecehan profesional siswa diunduh di WA, “Pengamat: Integrasi Sosial dan Penelitian Sosial Dibutuhkan”

Ini memaksa psikolog untuk memintanya melukis untuk memahami keadaan mentalnya.

Sejauh yang kami tahu, sejauh ini, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang siswa sekolah menengah lima tahun yang lalu dalam kasus ini belum menemukan dasar yang positif.

Siswa sekolah menengah itu tampak tenang dan santai di hadapan seorang perwira polisi pembunuh.

NF dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan polisi kepada dokter.

Bahkan seorang bocah pembunuh berusia lima tahun dari Sawah Besar di Jakarta Pusat ingin menceritakan sebuah kisah, dan kemudian polisi mengajukan pertanyaan kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *