Data terbuka BPTJ: penumpang bus AKAP melompat dengan bebas

Report oleh Tribunnews.com reporter Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM- Jakarta, Bogor, Deborah, Tangerang dan Bekasi (BPTJ) Departemen Perhubungan memperhatikan bahwa jumlah penumpang di bus antarkota (AKAP) telah meningkat mengurangi. -Jumlah penumpang yang warganya tidak menelepon ke rumah karena virus korona atau epidemi Covid-19 untuk menghindari penyebaran virus ke keluarga di desa. – Ini adalah kewenangan BPTJ berdasarkan data halte di bawah terminal, yaitu Dermaga Baranangsiang (Bogor), Dermaga Jatijajar (Depok), Dermaga Poris Plawad (Kota Tangerang) dan Dermaga Pondok Cabe (Kota Tangerang Selatan) .- — Membaca: Niat puasa Ramadhan dan doa puasa, dan cara membaca dan memahami

Membaca: Lirik gitar dan lagu chord melupakan keinginan ayah Ebiet G Ade: Ayah tetap diam dalam kesunyian dan kesunyian saya- — Membaca: Anggota DPR berharap untuk tidak melatih UKM untuk menyelamatkan bubuk KKN

Membaca: Indonesia 20 April 2020 Pembaruan Corona: Kasus-kasus baru turun tajam, jatuh dalam 2 minggu — Untuk Bogor Di terminal Baranangsiang, jumlah kedatangan di Februari mulai berkurang 19.448 penumpang per hari (-3,55%), dan hanya 3.356 penumpang (-83,35%) di bulan Maret. Demikian pula, untuk penumpang yang berangkat dari terminal, jumlah penumpang dari Baranagsiang cenderung menurun pada bulan Februari, dan jumlahnya menurun (43,57%). Pada bulan Maret, hanya ada 3.467 (-83,30%).

— Di terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan, jumlah penumpang yang tiba di bulan Februari cenderung menurun menjadi 998 (-28,76%), dan pada bulan Maret 2020 turun menjadi 882 (-37,04) %). )

Namun, pada bulan Maret, tingkat keberangkatan naik lagi mendekati jam normal, yaitu, 20.292 orang. Meskipun jumlah penumpang telah sangat berkurang, BPTJ telah secara sistematis menerapkan prosedur kesehatan dalam manajemen terminal resminya, “Menulis siaran pers resmi (4/20/2020) yang diperoleh dari BPTJ oleh Tribunnews.com pada Senin .

“Sejak 4 Maret 2020, protokol itu sendiri telah diimplementasikan sesuai dengan BPTJ No. 4 2020 Edaran tentang” Mencegah Risiko “. Penyakit Coronavirus menyebar pada 2019 (COVID-19), lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *