Pastor Talavi, korona yang sangat positif di Tambora, menolak perawatan di rumah sakit: Saya menderita sindrom simptomatik

TRIBUNNEWS.COM-Imam Tarawih di Tambora, Jakarta Barat, tidak percaya bahwa ia positif untuk Coronavirus (Covid-19).

Tidak hanya itu, dia tidak ingin dibawa ke rumah sakit, dan mengatakan dia memiliki gejala tipus, bukan coronavirus.

Setelah kontak langsung dengan Imam Tarawih, yang memiliki reaksi positif terhadap Imam Tarawih, sebanyak 28 warga Tambora di Jakarta Barat Berada dalam kondisi terpantau (ODP).

Jumat lalu (5 Mei 2020) menjadi penduduk Pastor Talavi, seorang Muslim dari wilayah Tambora, juga dikenal sebagai Ketua RT di Masjid Baitur.

Bambang Sutama, kepala jalan Tambora, mengatakan bahwa setelah mengambil tes sampel dengan warga negara O dan anak-anaknya, ia dinyatakan positif korona. — Bacaan: Dinas Kesehatan DKI: 96 ribu tes cepat, 96% orang dinyatakan korona negatif

Membaca: Prank Corona dipengaruhi oleh sinkop yang lemah: remaja tulang menjadi curiga, anggota keluarga meminta perdamaian

Baca: Wabah Corona menyebabkan ASDP kehilangan 3,1 juta penumpang di 7 pelabuhan utama

“Anak pertama di Puskemas positif, dan kemudian orangtuanya mengambil sampel tes pada hari Jumat. Hasilnya Positif untuk Covid-19, “kata Bambang, yang dikutip Kompas TV YouTube, Kamis (5) / 14/2020).

” Oke, saya selalu pergi ke Talawi malam itu, “Bambang Mengatakan. , O dibawa ke rumah sakit di Tarakan, Jakarta dengan bantuan TNI dan Polri.

Pasien tidak dapat dibawa ke rumah sakit

Bambang Sutama, dikutip di TribunJakarta.com, mengatakan bahwa O selalu bersikeras bahwa dia tidak akan dibawa ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *