Transportasi penumpang dilarang dan beberapa pengemudi ojek online tidak dapat beralih ke layanan pengiriman

TRIBUNNEWS.COM-Dalam pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta, layanan ojek sepeda motor online dilarang membawa penumpang untuk memutus rantai penularan virus corona (Covid-19). – Pengemudi ojek online Indonesia, Jakarta, pasti harus beralih ke layanan pengiriman.

Tapi masalahnya adalah tidak semua orang memiliki modal yang cukup. -Ini disampaikan oleh Igun Wicaksono, ketua Asosiasi Bantuan Dua Arah Nasional (Garda), yang berkomentar tentang implementasi pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta untuk menguangkan pendapatan ini.

Igon mengatakan kepada Jakarta, Jumat (4 April 2020): “Terus terang, 70% hingga 80% dari sumber ekonomi Jabod Tabek berasal dari transportasi penumpang, dan pergeseran ke transportasi kargo membutuhkan Pendanaan. “Melalui Antara.

Baca: Layanan Ojek PSBB di Jakarta, Grubb dan Compact Gojek Online sementara menutup layanan penumpang

Baca: 124 TKI dari Malaysia tiba di Lanud Soewondo Medan antara sakit gigi dan batuk darah

Baca: Mutia Ayu menyatakan keinginannya untuk Glenn Fredly-dana yang disediakan adalah dalam bentuk dana penyelamatan untuk pesanan pembelian dari konsumen dalam bentuk makanan atau bahan makanan.

Meskipun tidak semua pengemudi Ojol memiliki dana penyelamatan, mereka dapat beralih dari mengangkut penumpang ke kargo.

Ugun mengkritik kebijakan PSBB untuk menutup akun transportasi penumpang di semua layanan sejauh ini.

Menurutnya, kebijakan itu tidak datang dengan kompensasi eksplisit untuk dilema pengemudi ojek online.

Baca: Mendukung PSBB, Kodam Jaya membantu mendistribusikan makanan di wilayah DKI Jakarta.

“Salah satu permintaan yang kami buat kepada pemerintah adalah memberikan kompensasi sebesar Rs 100.000 per hari selama PSBB untuk mengkompensasi pendapatan kami, dan pada saat yang sama, Igun berkata:” Untuk mengangkut penumpang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pengemudi ojol Ricky Riyandi Hermawan (umur 38) mengatakan dia tidak ragu tentang penutupan akun penumpang. D, Go-Send, Go-Shop dan Go-Mart karenanya mematikan Aplikasi Ride belum banyak terpengaruh, “katanya. Hari biasa.

“Biasanya, saya biasanya hanya menerima permintaan antara satu atau dua produk, tetapi sejak pagi ini, saya telah mengirimkan sepuluh batch barang.” Baca: IDI mengatakan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan infeksi 19 staf medis meninggal hingga meninggal-artikel ini diposting di Kompas.com, berjudul “Tidak Ada Penumpang, Pengemudi Ojol Memiliki Kesulitan di Ibukota, Sulit Mengubah Layanan Pengiriman”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *