5.200 karyawan di pabrik pembuatan EDS dipecat setelah 2 orang meninggal dan berstatus PDP

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Setelah kematian dua karyawan akibat korona atau Covid-19 pada pasien yang dipantau (PDP), PT EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) memberhentikan sekitar 5.200 karyawan. Distrik Balaraja Kabupaten Tangerang ditutup selama 14 hari sesuai dengan peraturan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Bupati Tangerang Raja Ahmed Zaki Iskandar langsung menghentikan kegiatan bisnis. — Zaki mengatakan kepada PT PEMI: “Di PT PEMI, dua karyawan telah meninggal. Meskipun tidak dikonfirmasi secara medis, 90% dari Covid 19 positif dan masih menunggu hasil dari dada dan pasien lain.” Senin (27/4/2020) Ballaraga.

Periode efektif penghentian operasi sementara adalah 14 hari, dari 27 April hingga 14 hari berikutnya.

Selain merekrut karyawan, Zaki juga meminta perusahaan untuk melakukan tes cepat sesegera mungkin. Kemudian diminta untuk menyerahkannya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk mencari tahu apakah ada reagen.

Baca: Satu minggu setelah menghadiri pesta MIras, fakta bahwa seorang penyanyi panduan meninggal di Lamongan

Tentang akhir operasi, perusahaan itu sendiri menerima dan akan mematuhi peraturan pemerintah setempat. Presiden PT Pemi Yamashita mengatakan: Kami akan mematuhi semua aturan yang ada, memecat semua karyawan, dan menutup bisnis kami. Zona ekspansi PSBB pusat – namun, ia meminta Kabupaten Lebak untuk mengembangkan kebijakan yang memungkinkan setidaknya 10 karyawan tetap untuk terlibat dalam Kegiatan yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan perusahaan.

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dengan judul dua pekerja pabrik di Tangerang yang meninggal karena PDP dan 5.200 orang lainnya ditutup .

penulis: kontributor Banten, Acep Nazmudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *