Polisi mungkin salah menilai jebakan hukum pengemudi Ojol dalam video viral

TRIBUNNEWS.COM-Setelah permintaan maaf, ketika PSBB di Jakarta akhirnya dirilis, pengemudi Ojol dianggap provokatif-polisi memutuskan untuk melepaskan pengemudi taksi motor online, ia menyatakan kekecewaannya kepada pemerintah untuk implementasi mobil skala besar Jakarta. Batasan sosial (PSBB).

Sebelumnya, pengemudi Ojol muncul untuk membuat pernyataan provokatif dalam sebuah video, yang kemudian menjadi virus. .

• Pengemudi Ojol dalam video viral itu dianggap telah ditangkap karena provokasi, tetapi polisi mengacaukan jebakan hukum

– • Bertolak belakang dengan peraturan Anies Baswedan, Kementerian Transportasi mengizinkan Ojol untuk mengangkut penumpang ke PSBB,

Yusri Yu, Direktur Hubungan Masyarakat, Kepolisian Jakarta mengatakan bahwa dia (sopir ojol) memang memiliki kesempatan untuk mengambil kembali dan memperbaikinya, tetapi kita tidak tahan. Kami merilisnya. Dia telanjang saat menghubunginya, Selasa (14/4/2020).

Polisi menyatakan kepada polisi bahwa ojol menyebarluaskan komentar provokatif untuk menyatakan kecemasan tentang status pengemudi ojol setelah berdirinya PSBB di Jakarta. — “Yus berkata sambil tersenyum:” Motivasinya adalah dia hanya bereaksi terhadap situasi saat ini. Kemudian kami memberikan pendidikan, pendidikan, dan pemahaman tentang situasi saat ini. Dia mengerti Alhadura.

Sebelumnya, banyak pengemudi ojol memprotes aturan implementasi PSBB pada video media sosial.

Mereka meminta pemerintah untuk memperhatikan pengemudi ojol yang terkena dampak kebijakan PSBB Jakarta. — Dalam video 1 menit dan 15 detik, seorang pengemudi ojol menyatakan bahwa pemerintah tidak tahu apa-apa tentang kehidupan pengemudi ojol.

Page 2 >>>>>>>>>>>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *