RSPI melarang anggota keluarga mengunjungi dua pasien korona positif di ruang isolasi

Reporter Iganda Ibrahim Jaganda Tribunnews.com – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Dua warga Depok positif terkena virus Corona dalam kondisi baik.

Namun, rumah sakit masih melarang keluarga untuk pergi langsung ke ruang isolasi.

Sulianti Saroso Mohammad Syahril, kepala Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI), mengumumkan bahwa ruang isolasi adalah area merah dan tidak ada yang harus membukanya. Atas dasar ini, bahkan jika kondisinya sudah mulai membaik, keluarga tidak boleh mengunjungi- “Oh, tidak, jangan lakukan ini. Ini sangat sangat berbeda. Syahril di Surantisolo, Sant, Jakarta Utara Rumah Sakit Sulianti Saroso, Selasa (3/3/2020) .——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– Rumah Sakit Sulianti Saroso, Selasa (3/3/2020).

Baca: Era kapal penangkap ikan meledak di perairan Sumenep, dimulai dengan bom ikan

Baca: Pengusaha topeng perangkap penjahat — -Baca: Berburu hingga subuh, ini adalah Rp yang dihabiskan oleh Rizky Febian Kelas Atas. Beli topeng seharga $ 2 juta

dia menyediakan keluarga yang ingin bertemu. Kami menyediakan tempat untuk Anda hubungi melalui WhatsApp SMS, telepon, atau panggilan video

Ini untuk meminimalkan risiko infeksi .

“Dia (pasien) dapat WA, telepon, panggilan video. Jadi jangan tinggalkan dia, seperti yang ingin dilihat reporter, dia beresiko. Anda dapat menelepon melalui konferensi video dan Anda bisa melihat, “pungkasnya. Syahril mengatakan bahwa, seperti yang dilaporkan sebelumnya, kondisi ibu dan anak yang memiliki reaksi positif terhadap virus Corona sudah mulai membaik. Dia mengatakan pasien tidak lagi memiliki gejala demam .— Penyebaran Sahelial, rasa sakit yang dirasakan oleh dua pasien positif Covid-19 hanya karena batuknya belum hilang.

“Alhamdulillah, dua pasien positif pada mahkota ini dalam kondisi baik. Dia bisa berkomunikasi dengan baik, tidak lagi demam, hanya batuk kecil, napas pendek, makan enak, dan makan enak, dia bisa berkomunikasi, “kata Syahril kepada RSIP Sulianti Saroso dari Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2020).

Dia mengatakan bahwa kondisi kedua pasien ini masih menunggu pemeriksaan tahap kedua untuk memeriksa keberadaan virus Corona.

“Lima hari kemudian, kami memeriksanya dan menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *