Psikolog mengatakan bahwa pembunuh wanita bisa jadi orang cabul sosial, bukan psikopat, apa bedanya?

TRIBUNNEWS.COM – Kasus seorang siswa sekolah menengah yang membunuh seorang anak di Sawah Besar di Jakarta Pusat telah menarik perhatian publik.

agresor NF (15) tidak merasa batin dan puas, tetapi puas bahwa tindakan brutalnya membunuh hidup APA (5). Secara rinci, apa yang dia lakukan pada polisi.

Perilaku aneh NF tidak menunjukkan pertobatan, yang membuatnya curiga bahwa dia memiliki karakteristik psikotik. -Namun, psikolog Melissa Grace tidak memanggilnya pasien psikiatris, tetapi mengatakan bahwa remaja mungkin memiliki penyakit sosial. Beberapa tahun yang lalu, psikiatri terus menerima perhatian hingga para tersangka disebut “anak-anak pintar”, yang diumumkan oleh Melissa Grace di YouTube TV. Dia dinyatakan bersalah setelah pembunuhan.

Melissa Grace (Melissa Grace) mengungkapkan bahwa perasaan tidak bersalah adalah karakteristik utama orang dengan gangguan perilaku.

Harap dicatat bahwa gangguan perilaku adalah perilaku berulang orang. Perilaku yang ditampilkan tidak memenuhi nilai kebenaran yang dipegang oleh komunitas atau norma sosial dari usia rata-rata. .

Melissa Grace mengatakan bahwa jika tidak dikendalikan, kelainan perilaku ini akan mendorong anak-anak untuk menderita penyakit sosial di masa dewasa.

Page 2 >>>>>> >>>>>>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *