Penjaga parkir Kuburan Kramat Jati mengeluh tentang kesepian peziarah

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Mafani Fidesya Hutauruk-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Masjid Al Hawi di depan makam Kramat Jati di Condet, Jakarta Timur, jumlah pengunjung telah turun 95% Dan peziarah.

Ini dikomunikasikan kepada penjaga parkir Abdullah dari Masjid Al Hawi, yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Banyak orang biasanya datang, terutama saat puasa. Ya, sebanyak 95% turis datang ke sini. Orang yang paling tenang adalah sekitar 50 tahun,” Abdullah Rabu (29 April 2020) Kata Day. Dia mengakui bahwa dia mendapatkan penghasilan dengan membeli mobil penumpang atau sepeda motor setiap hari. Pengunjung juga memengaruhi ekonomi.

Sejauh ini, Abdullah juga mengatakan kepada saya bahwa ia belum menerima gajinya dari Masjid Al Hawi.

Baca: Orang-orang dengan batas kredit kurang dari 500 juta rupiah bisa mendapatkan bunga bonus 6% dalam waktu 6 bulan-bahkan jika ia memegang tongkatnya di tangannya, ia selalu siap membantu wisatawan yang memarkir mobil mereka.

Dia memberi tahu para turis itu tidak hanya dari Jakarta atau Jawa. Pengunjung atau peziarah juga datang dari negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Yaman dan Arab Saudi dan negara-negara tetangga.

Dia juga menjelaskan tujuan peziarah dari pedalaman dan luar negeri. Dia mengatakan: “Silakan minum air untuk upacara khidmat, terutama berkah yang baik dari Habab-Habab.” Mengenai jumlah kuburan di makam Kramat Jati, Abdullah menjelaskan. Ada sekitar 100 makam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *