Riza menjadi letnan gubernur PKK: cermin setia Koalisi Oposisi Nasional di Jakarta

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ahmad Riza Patria diangkat menjadi Letnan Gubernur Jakarta setelah kemenangan atas pesaing Nurmansjah Lubis. Kita tahu bahwa ada 100 suara untuk pemilihan Gubernur Republik Demokratik yang diadakan di Rapat Paripurna DPRD Jakarta di Jakarta Pusat kemarin (6/4). Dua (2) suara dinyatakan tidak valid.

Politikus Gerindra Riza Patria dipilih oleh 81 anggota DPRD. Sebaliknya, Nurmansjah Lubis dari PRK memiliki 17 suara.

Baca: Polisi RW mengutuk warga Jakarta Pusat meninggalkan rumah tanpa mengenakan topeng

Cawagub PKS Nurmansjah Lubis mengatakan bahwa suara yang ia terima berasal dari 16 anggota fraksi PKD PKS di Jakarta, ditambah satu (1) tiket asal tidak diketahui.

“PKS memenangkan 17 suara. Saya senang bahwa PKS dapat mempertahankan 16 suara tidak berubah dalam hal apa pun. Ibukotanya 16 kursi, syukurlah, suara misterius,” kata Nurmanja. Reporter, Selasa (7 Juli 2020).

Ketua Fraksi PPR Jakarta DPRD Mohammad Arifin menyebutkan bahwa posisi koalisi dan oposisi di tingkat pusat telah direfleksikan dan diteruskan ke tingkat daerah.

Baca: Sudah ke Jakarta, anggota DPRD Sumut, dan istrinya Covid-19

Kita tahu bahwa PKS adalah partai oposisi di tingkat nasional. Mereka adalah satu-satunya yang dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak berada dalam pemerintahan.

PAN dan Demokrat berwarna abu-abu. PDI-Perjuangan, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PPP dan PSI yang tersisa menyatakan dukungannya kepada pemerintah. Satu (1) suara sisa masih misterius.

“Ini hasilnya. DKI Jakarta adalah ibukota, dan politik ibukota tidak jauh berbeda dengan politik di tingkat nasional.”

“Di tingkat nasional, oposisi” PKS sendiri adalah oposisi. Karena itu, ketika kita melihat hasil pemilihan wakil gubernur hari ini, itu juga berdampak pada politik Jakarta. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *