Ketika diminta untuk mengkonfirmasi denda $ 100 juta yang dikenakan pada RPBB PSBB, respons Polri: banding yang menarik sampai hari Minggu

TRIBUNNEWS.COM-Asep Adi Saputra, kepala Departemen Hubungan Masyarakat Komisaris Hubungan Masyarakat Kepolisian, menjelaskan hasil penerapan pembatasan sosial skala besar di Jakarta.

Dia mengakui bahwa tidak ada sanksi ketat sesuai dengan aturan yang diatur dalam Pasal 27 Peraturan Gubernur (Pergub) No. 33 tahun 2020.

Tapi dia mengatakan bahwa Kepolisian Nasional, TNI dan pemerintah benar-benar ingin memberikan sosialisasi langsung terlebih dahulu, dan kemudian menjatuhkan sanksi tegas kepada publik yang melanggar CBDR.

Dikutip dari Jumat (4/11/2020) Ras Naram APA KABAR Indonesia. Penggagas acara ini adalah Chacha Annisa, yang bertanya kepada Asep tentang hasil implementasi PSBB Jakarta.

Asep memang menjelaskan hari pertama implementasi PSBB, masih banyak komunitas. Tidak bisa menangani PSBB dengan baik.

Dia mengatakan bahwa setengah dari penduduk DKI di Jakarta tidak mengerti apa itu PSBB.

“Menurut hasil penilaian kami hari ini, secara statistik, 50% orang di Jakarta belum memahami aturan yang disebutkan,” kata Asep. – “Lalu, 25% orang sudah tahu tetapi tidak berlaku, dan 25% terakhir sudah mengerti dan menerapkannya dengan baik.” – Asep kemudian menjelaskan metode yang diadopsi oleh pemerintah daerah, polisi nasional dan TNI dalam kontrol PSBB Titik.

>>> Selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *