Empat perusahaan di Jakarta melanggar PSBB dan membayar denda 75 juta rupee

Laporan dari reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Biro Migrasi dan Energi Manusia Jakarta menunjukkan bahwa mereka telah dikenakan denda administrasi 75 juta rupee. Dalam Pergub Pasal 33 tahun 2020 diperintah untuk melanggar pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Hingga empat perusahaan telah dikenai sanksi karena melanggar PSBB. Dasar untuk menjatuhkan sanksi adalah Pergub No. 41 tahun 2020.

Untuk perincian, untuk sementara waktu dilarang untuk menutup perusahaan yang kategori industrinya tidak diizinkan untuk terlibat dalam kegiatan bisnis mereka, dan dikenai lima sanksi administratif sebesar satu juta rupee. Acara ini ditunda, “kepada pers pada hari Selasa, kepala tenaga kerja dan imigrasi dari Jakarta, Andri Jancia (26/5/2020). — Baca: Jadwal film Lebaran Spesial, Rabu, 27 Mei 2020, Kung Fu Panda 3 dan checkout di sebelah seri.

Baca: THR dana dari Irwan Mussry, Dul bahkan dikejutkan oleh tamu istimewa

Baca: Dewas menunjuk Iman Brotoseno sebagai general manager PAW TVRI

Selain itu, tiga perusahaan memegang lisensi yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian , Dan didenda karena tidak selalu menerapkan perjanjian kesehatan dalam bisnisnya. — Saya mengabaikan denda tiga bisnis ini 70 juta rupee.

Selain itu, Biro Tenaga Kerja dan Imigrasi Kota Jakarta menggugat total 1.271 perusahaan di ibukota, melanggar Peraturan Gubernur DKI No. 33 tahun 2020 tentang pembentukan CBDR. Dari 14 April hingga 26 Mei 2020, Kementerian Transportasi, Energi, dan Energi DKI di Jakarta.

Sebanyak 210 perusahaan mempekerjakan 17.361 pekerja, bahkan jika perusahaan-perusahaan ini dikecualikan.

Selain dipaksa untuk tutup, 1.061 perusahaan menerima peringatan. -Detail, 740 perusahaan di departemen resmi diberitahu karena perjanjian kesehatan tidak dilaksanakan. -Lalu 320 perusahaan di sektor ini tidak dikecualikan, tetapi memiliki izin operasi dan likuiditas kegiatan industri (IOMKI). Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi juga menerima peringatan karena alasan yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *