Siber Indonesia Media Union sedang mempersiapkan pusat pelatihan untuk menampung tenaga medis yang bertarung Covid 19

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari perjuangan melawan Covid-19, Aliansi Media Siberia Tengah Indonesia (SMSI) sedang bersiap untuk mendukung manajemen Covid-19 yang direncanakan oleh pemerintah pusat. Ketua Fildas (Jumat) pada pertemuan terbatas di gedung News Boarding School (JBS) di Cilegon Banten (juga Pusat Media Siberia Indonesia (SMSI)).

Sejauh ini dalam pertemuan tersebut, manajer JBS Rian Nopandra (Rian Nopandra) telah menjabat sebagai presiden PWI Banten, ketua BPD-PHRI Banten dan sekolah asrama jurnalis (JBS) GS Ashok Kumar, Riset SMSI Pusat dan Eddy Muhdi Zein, Sekretaris Departemen Pengembangan. Pertemuan diadakan di ruang pertemuan Hendro S Effendy.

Pertemuan diadakan setelah Presiden Joko Widodo dari Republik Indonesia membuat instruksi akhir tentang manajemen konveksi, Kamis (2/4/2020), yaitu, tes skala besar yang cepat, termasuk partisipasi para pemimpin agama, Hentikan ekspor peralatan medis, insentif UMKM, simpan makanan alih-alih hari libur.

Konsultan JBS Ashok Kumar menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Pusat (JBS) untuk menangani Covid 19’s Krotek di Cibeber, Kota Cilegon, siap digunakan sebagai tempat tinggal bagi personel dan agen ambulans Covid 19, atau rapat umum di Media Center 19. Karena itu, menurut Ashok, partainya juga bersiap untuk menjadi kerja sama pemerintah daerah dengan Covid Working Group 19.

“Untuk implementasi yang baik, harus ada dukungan dari Pemerintah Kota Ci Legon. Bekerja sama untuk memerangi covid19.”

Rian Nopandra, Presiden PWI Banten Setelah mengatakan hal yang sama, dia mengatakan bahwa dalam mendukung manajemen covid 19, partainya siap untuk bekerja sama. Sebagai pusat pelatihan WSIS, JBS akan digunakan untuk mencegah kesehatan tim medis atau petugas. Oleh karena itu, sebagai pusat pusat pelatihan WSIS, kami siap untuk sepenuhnya mendukungnya, “kata Rian Nopandra, yang dikenal sebagai Opan.

Opan juga mengatakan, Ketika berhadapan dengan covid 19, ia perlu mengambil langkah-langkah praktis dalam manajemen. Oleh karena itu, pers tidak boleh tinggal diam dan terus membantu dan mendukung responsnya.

“Kepunahan Covid 19 membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, dan semua pihak dalam pers. . Semoga dengan kerjasama semua aspek masyarakat, Covid 19 dapat segera diberantas, “katanya. -Pada saat yang sama, Ketua WSIS Firdaus berharap agar orang tidak panik dan tetap waspada.

” Jangan panik, apalagi jenderal Ada rasa takut yang tidak perlu. Jika yang terburuk terjadi, kita akan terinfeksi oleh virus, dan kita harus tetap berpikir positif dan percaya bahwa kita akan pulih, “kata Firdaus.

Firdaus mengungkapkan bahwa kali ini, JBS sebagai pusat pelatihan WSIS akan siap untuk Mendukung rencana pemerintah untuk memainkan peran aktif dalam mengelola kejang-kejang 19.

Setelah pertemuan maraton, mulai pukul 1:00 siang, kelompok makan siang di aula Matangara Machmud, kemudian terus minum kopi dan makan malam di Coffe Sho p Amir Machmud, dan akhirnya Memeriksa ruang JBS (ruang asrama jurnalis), yang terdiri dari 10 kamar standar, 3 kamar superior dan 2 junior suite, serta ruang pertemuan, dapur, gudang, dan kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *