Walikota Bogor menekankan kebijakan pembatasan kantor, ini merupakan respon dari pemerintah provinsi DKI Jakarta

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Andri Yansyah, kepala Kantor Sumber Daya Manusia dan Energi Jakarta, mengatakan bahwa sejauh ini, pembatasan 50% pada pekerja kantor telah dan akan terus berlaku. -Kantor Jakarta juga mengklaim membatasi pekerja yang memasuki kantor dan bekerja dari rumah.

Dia mengatakan bahwa hanya beberapa perusahaan yang memiliki kemampuan untuk merekrut karyawan mulai dari 54% hingga 55%.

Baca: HUT ke 538 Bogor sederhana, Bima Arya menunjukkan Sahyta Raksa Baraya- “Pada dasarnya, masalah pembatasan, Tuhan akan, masyarakat dibatasi. Hanya beberapa perusahaan mempekerjakan 54% hingga 55%,” Andri mengatakan ketika dia menghubungi kami, Senin (6/7/2020): “Jadi, jika Anda khawatir tentang kepatuhan Alhamdulillah,” katanya. Andri (Andri) mengatakan perlu penelitian lebih lanjut.

Baca: Pert PSBB di Ambon telah lama merasa dirugikan oleh banyak warga, dan pemerintah kota telah mengalokasikan bantuan

karena penduduk yang pergi ke Bogor padat, Depok, Tangerang dan Bekasi Tidak semua karyawan di kantor pribadi.

Karena Jakarta sebagai ibukota terdiri dari sektor swasta, pemerintah pusat dan daerah, dan berbagai jenis kantor di BUMN.

“Jika masalah kantor dibatasi 50% dari sebelumnya, dia berkata:” Tiba-tiba ada hal lain yang perlu dipelajari lagi. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *