Setelah penerapan PSBB, angkutan umum dibatasi, bagaimana dengan mobil pribadi? Kata Anis ini

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Reza Deni

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang mulai berlaku pada 10 April 2020 sebagai tanggapan terhadap perusahaan. Bagian dari upaya virus (Covid -19) .– Kebijakan tersebut juga menetapkan pembatasan transportasi. Mengambil bus sebagai contoh, jumlah penumpang telah berkurang 50%.

“Misalnya, sebuah bus dapat menampung 50 penumpang, sehingga hanya ada 25 penumpang di dalam bus,” kata Agn├Ęs kepada Balaikota DKI Jakarta di pusat kota Jakarta, Selasa (4/7/2020). .

Anies mengatakan bahwa kapasitas transportasi umum tidak memungkinkan penumpang untuk penuh.

Baca: Untuk membantu penjualan online, Vebby Palwinta memberikan persetujuan gratis di Instagram – Baca: Corona Virus Alert, KSP: Mudik secara akurat menyebarkan risiko penyakit di rumah-rumah desa

Baca: Cara melindungi Hewan peliharaan dilindungi dari infeksi virus Corona – “Jadi, kita tidak boleh penuh, tetapi kita harus memastikan bahwa 50% sudah cukup. Jam kerja terbatas dan lebih sedikit penumpang,” katanya. Jadi pertanyaannya adalah, adakah pembatasan memasuki dan meninggalkan Jakarta dengan mobil pribadi?

“Tidak ada larangan mobil pribadi, yang harus kita selesaikan adalah transportasi umum,” kata Anies Baswedan. Biasanya .

Baca: PSBB berlaku untuk Jakarta Dari 10 April, Anies Basweda melarang pernikahan di KUA – tetapi ia menunjukkan bahwa orang-orang di mobil pribadi memperhatikan jarak yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *