Polisi membunuh anak-anak dengan kebutuhan khusus di Chilinsin, Jakarta Utara

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala Komisaris Polisi Imam Tulus Budiono mengatakan bahwa tersangka asli pelecehan seksual dimaksudkan untuk melecehkan anak-anak dengan kebutuhan khusus dan ia memiliki keluarga.

Kami menemukannya ketika polisi menangkapnya. “Kami sudah menikah,” kata seorang imam polisi di Chilinsins di Jakarta utara, Senin (9/9/2020).

Membaca: Pegangan dua tangan menunjukkan keuntungan menggunakan otak kanan atau kiri!

Baca: Berita: Indonesia menambahkan 13 kasus pasien korona positif dan menjadi 19 orang

“bekerja serabutan. Jika tidak ada pekerjaan yang menganggur,” katanya.

Seperti disebutkan sebelumnya, polisi menangkap pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Cakung, Jakarta Timur, Senin (9/3/2020). — Sayangnya, anak-anak yang diserang khusus Anak-anak yang membutuhkan.

“Tersangka ini lolos. Oleh karena itu, kami menyergap dan memperluas tersangka sampai kami ditangkap di daerah Kagun,” kata Imam Tulus, komisaris polisi Clining. Budiono ke Polres Cilincing di Jakarta, Senin (9/9/2020). Imam mengatakan bahwa penyerang berusaha melarikan diri dari polisi, dan akibatnya, polisi membunuh kakinya dengan pistol, melumpuhkan tersangka.

“Kami melakukan ini untuk memindahkan tersangka, tetapi dia melarikan diri, dan kemudian kami mengambil tindakan tegas. Tersangka lumpuh, sehingga kami dapat menangkapnya dan membawanya ke Mapolsek,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *