Menurut laporan, warga Bogor pernah mengadakan pesta pernikahan dan mengundang banyak orang, Kades Check Infonya

Reporter Tribunnews.com Willy Widianto melaporkan – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – ada acara yang mengundang orang dan orang banyak untuk kembali ke Kabupaten Bogor. –Kali ini terkait dengan resepsi pernikahan. -Informasi dari sumber Tribunnews.com menyebutkan bahwa resepsi pernikahan diadakan di area perumahan di desa Cilebut Sukaraja Barat, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

Selama pandemi Covid-19, ratusan orang diundang ke resepsi pernikahan.

Ketika Dangdang Raja Rhoma Irama mengadakan pertunjukan musik, Pamijahan di Bogor, Jawa Barat, juga muncul di kerumunan sebelumnya.

Baca: Rhoma Irama Ogah berpartisipasi dalam upacara khitanan massal.

Cilebut Barat Edi Bumbun, ketua kelompok kerja RW 18, membenarkan resepsi pernikahan di daerahnya.

Menurut Edi, penghuni yang menyelenggarakan resepsi pernikahan tidak muncul dalam kelompok kerja sampai undangan dibagikan.

“Ya, ya kemarin, saya sudah ingin melarang distribusi undangan, pada dasarnya kami telah melewati aturan perjanjian penerimaan kesehatan,” kata Edi dalam konfirmasi Tribunnews.com, Kamis (2020/7/20).

Edi khawatir resepsi pernikahan dapat menjadi sarana penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Bogor, dan wilayah di sekitar PSBB masih berlaku.

“Ya, itu membuatku khawatir, Eddie berkata:” Orang asing, tetapi mereka yang bermaksud mengatakan bahwa mereka akan menyelesaikan semua masalah dan bertanggung jawab. Eddie berkata. “” Katakan padaku nanti, “katanya.

Pilih kata” Dasuki “nanti, dan kamu akan melihat jumlah fungsi undangan yang muncul di resepsi pernikahan.

” Dalam kebanyakan kasus, fungsi undangannya tidak besar, “kata Dasuki. – “Sejauh ini, saya tahu betul Dasuki mengatakan:” Saya tidak pernah mengeluarkan izin untuk orang banyak. “

Selama periode waktu ini, pengamatan Tribune di daerah perumahan di Cilebut Barat adalah Persiapan untuk pernikahan. – Orang yang tertarik memasang tenda besar – Akses ke dalam dan luar penghuni dialihkan, dan beberapa jalan yang diblokir tiba-tiba dibuka – Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengumumkan bahwa ia tidak ingin berpartisipasi pada 4 Juli 2020 Resepsi pernikahan pada hari Sabtu dan Minggu. Dia mengatakan dia khawatir akan ada banyak orang dan mungkin terinfeksi virus Covid-19. “Jika kita masih tetangga di masa depan dan prosedur selesai, itu akan tenang,” katanya. Perjamuan pernikahan kami telah menjadi organisasi penularan virus yang umum. Setelah tanggal 19, warga Kota Semarang memutuskan untuk mengadakan perayaan, mengundang banyak orang, banyak tamu dan keluarga dari dua istri mereka untuk terinfeksi virus covid-19. (Willie Vidianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *