Ketika ditanya tentang pembentukan komite banjir khusus di ibukota, ini adalah jawaban Anies Baswedan

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Presiden DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyetujui pembentukan komite khusus (Pansus) untuk membanjiri ibukota dengan banjir.

Rencana itu disetujui pada pertemuan Komite Legislasi DPMU di Jakarta. 24 Februari 2020. Masalah ini dipilih oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI, Jakarta, untuk fokus pada musim hujan.

“Yang penting, pada tahap ini, kita sekarang berkonsentrasi dan musim hujan terus berlanjut,” kata Agnes di Kompleks Dewan Kota Senayan di Jakarta, Kamis (27 Februari 2020). Presiden DKI DPRD Jakarta menyetujui Komite Khusus Flooding-Anies mengatakan bahwa setelah banjir baru-baru ini, akumulasi air di beberapa tempat telah surut.

Dia juga memeriksa beberapa tempat yang digunakan sebagai tempat: “Alhamdulillah, kita dapat mengatakan bahwa ini menyusut. Beberapa kamp pengungsi telah sangat aktif, biasanya karena mereka biasanya di rumah pada siang hari dan siang hari. Saya tinggal di sini. Tadi malam saya menginspirasi beberapa malam dan beberapa tempat menjadi pengungsi. Inilah situasinya sejauh ini, “Jan Anies.”

Baca: Ketika Menteri Anies Baswedan dipanggil – Sebelum DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi marsudi menyetujui pembentukan komite khusus (komite khusus) untuk mencegah banjir di ibukota. Rencana itu disetujui pada 24 Februari 2020 pada pertemuan badan penasehat DPRD (Bamos) di Jakarta. -Perjanjian didasarkan pada surat edaran dari Prasetio kepada ketua fraksi DKD DPRD. Panitia khusus ini bertujuan untuk menangani masalah banjir sampai solusinya lebih tepat sasaran. Edaran, mengutip Tribunnews.com, Kamis (27 Februari 2020) .- Pembentukan Komite Khusus mengacu pada ketentuan Pasal 65 Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 tahun 2018 tentang persiapan pedoman ILO. , Peraturan Daerah / Kabupaten DPRD / Ville.

Komite khusus ini terdiri dari 25 anggota, terdiri dari perwakilan dari berbagai faksi dan komite yang kompeten. Angka ini merujuk pada ketentuan Pasal 115, yang menyebutkan bahwa DPRD provinsi terdiri dari lebih dari 100 orang, dan komposisi komite yang paling khusus adalah 25 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *