Ketika menerapkan PSBB di Jakarta, unit bisnis yang beroperasi harus mengikuti Protap, apa ini?

TRIBUNNEWS.COM-Selama implementasi pembatasan sosial skala besar (PSBB), kegiatan kantor di DKI Jakarta akan ditangguhkan sementara.

Ini digunakan sebagai pengobatan untuk Virus Corona (Covid-19).

Namun, ada pengecualian untuk departemen bisnis dan masih berjalan.

Kita tahu bahwa PSBB akan berlaku pada hari Jumat (14/4/2020) dalam 14 hari ke depan.

Gubernur DKI Jakarta Anies mengatakan bahwa sektor bisnis yang masih aktif harus mengikuti prosedur tetap (perjanjian) untuk mengelola Covid-19 dalam pelaksanaan setiap kegiatan.

Baca: Saat menggunakan PSBB, transportasi umum dibatasi, bagaimana dengan mobil pribadi? Inilah yang dibacakan Anise: Rafik yang tidak mengenakan topeng ketika dia meninggalkan rumah karena takut pada peri- “Untuk departemen yang dikecualikan, mereka semua harus melakukan kegiatan setelah pemrosesan. Prosedur Coap-19”, Annes (Anies) mengatakan pada konferensi pers yang diadakan di Balaikota DKI di Jakarta, Selasa (4/7/2020) malam.

Beberapa prosedur yang harus dilakukan adalah menjaga jarak fisik atau jarak antara orang dan menggunakan topeng.

Selain itu, kalangan industri dan komersial juga diharuskan untuk dengan mudah menyediakan fasilitas mencuci tangan tanpa hambatan.

Anies menjelaskan: “Programnya sudah berakhir.” Delapan unit bisnis yang masih aktif selama PSBB adalah sektor kesehatan dan makanan, sektor makanan dan minuman dan energi, seperti air, gas, listrik, dan pompa udara.

Selain itu, sektor komunikasi dan sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal, juga beroperasi seperti biasa.

Departemen lain yang juga beroperasi secara normal adalah industri ritel, yang membutuhkan kegiatan sehari-hari seperti kedai makanan dan industri strategis di ibukota.

Judul artikel ini adalah Anies: PSBB harus bergabung dengan departemen bisnis yang dioperasikan ketika Co-19 Protap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *