Disinfektan semprotan ambulans Kota Dines diparkir di ruang isolasi RSPI

Laporan oleh Igman Ibrahim dari Tribunnews.com di Jakarta-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ambulans dari Biro Kesehatan Kota Debo memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI), Sulianti Saroso di utara Jakarta Profesor, Senin (2/3/2020) siang.

Diduga ambulan mengangkut warga Depok yang diduga terinfeksi virus Corona.

Menurut pengamatan Tribunnews, mobil ini tiba di RSPI sekitar pukul 16.20 di WIB. Kendaraan itu segera ditempatkan di ruang terisolasi bangunan.

Tim media hanya dapat melihat kendaraan dari jarak sekitar 50 meter. Hanya tinggal di gedung tersembunyi, kendaraan itu tampaknya berhenti untuk waktu yang lama, dan sepertinya tidak membiarkan penumpang turun.

Baca: Menkes Terawan menghubungi pemerintah dan tidak menyelesaikan masalah korona

Hanya tiga orang petugas medis Depok yang naik dan meninggalkan kendaraan. Seorang staf medis RSPI menyambut mereka, mereka sepertinya mengenakan pakaian tahan gas – semua penumpang sepertinya mengenakan topeng. Segera setelah itu, mobil dimasukkan di luar pintu masuk, sehingga tim media tidak dapat melihat apakah pasien ditempatkan di ruang isolasi.

Setelah 10 menit, para penumpang ambulans menyemprotkan disinfektan ke ambulans. Kendaraan bermotor. dari. Semprotkan cairan di kompartemen penumpang.

Setelah penyelidikan, penumpang adalah petugas dari dua warga Indonesia yang dites positif terkena virus Corona. Namun sejauh ini, RSPI belum mengkonfirmasi berita ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Terawan Agus Putranto) sebelumnya telah mengumumkan bahwa di rumah dua orang Indonesia, mereka terinfeksi virus Corona, termasuk dua lainnya. . Namun, kedua pria itu tidak menunjukkan gejala infeksi virus Corona.

“Tidak ada gejala. Namun, kami diminta datang ke sini untuk memeriksa untuk memeriksa kondisinya,” kata Siwan setelah bertemu dua warga Indonesia dengan hasil tes positif. Pengujian virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI). Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Senin (2/3/2020) –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *