PSBB Jakarta akan diumumkan besok, Gubernur Anies Baswedan dilarang naik turun sepeda motor ojek

TRIBUNNEWS.COM-Besok, Jumat (10 April 2020), pembatasan sosial skala besar (PSBB) akan dilaksanakan di Jakarta.

Upaya telah dilakukan untuk memutus rantai penularan virus korona (Covid-19).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa Ojek online dilarang membawa penumpang selama pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta.

Ojek online hanya dapat mengangkut barang. , Tapi tidak bisa mengawal orang, “kata Anies Baswedan pada konferensi pers di Balaikota Jakarta, Kamis malam (4/4/2020).

Baca: Glenn Setelah kematian Glenn Fredly, bagaimana nasib ketiganya akan berlanjut?

Anies mengatakan bahwa selama PSBB, larangan ojek sepeda motor online untuk penumpang ditetapkan oleh peraturan gubernur yang berlaku tentang PSBB

“Peraturan Gubernur” mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2020 (PPSB) dalam lingkup manajemen cepat Covid-19.

Baca: Persyaratan untuk pengajuan ke PSBB memiliki 5 standar pemerintah daerah Salah satunya adalah peta distribusi Covid-19- “Pergub harus mematuhi tolok ukur, jadi kami mendirikan ojek sepeda motor online berdasarkan panduan Permenkes No. 9 tahun 2020. “— Pemerintah provinsi DKI Jakarta sebenarnya berharap masih dapat mengangkut penumpang dengan ojek sepeda motor. Namun, Anis mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta tidak dapat berkonflik dengan Permenkes. Sebuah patokan,” kata Anies .– – “, jika ada perubahan, kami akan menyesuaikannya,” lanjut Anies .

PSBB Jakarta akan dilaksanakan mulai Jumat (10/4/2020). PSBB berlaku selama 14 hari atau hingga 23 April 2020, dan dapat diperpanjang.

PSBB digunakan untuk mengontrol penyebaran Coronavirus Type 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19. Di Kompas. Com berjudul PSBB Jakarta melarang ojek online untuk transportasi penumpang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *