Pro dan kontra pidato sementara dari pengamat SIM-STNK: penguatan aturan hibah SIM yang lebih baik

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Amandemen Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memasuki Rencana Legislasi Prioritas Nasional (Prolegnas) pada tahun 2020.

Salah satu pidato yang semakin banyak adalah transfer dari Badan Kepolisian Nasional ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperoleh SIM (SIM), sertifikat pendaftaran kendaraan (STNK) dan sertifikat kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) – Perusahaan Transportasi Indonesia ( DTI) Djoko Setijowarno percaya bahwa diskusi tentang kartu SIM harus lebih banyak tentang pengaturan masing-masing pengemudi kendaraan bermotor daripada orang yang membuat kartu SIM.

Baca: Mengunjungi kantor polisi di Jakarta selatan pada Senin malam, Karen Pooroe berharap untuk mengikuti karier anaknya

Baca: Harun Masiku adalah bulan yang berlalu sebentar, KPK: Investigator Masih mencari – baca: Status ganja dalam hukum narkoba akan diuji dalam Konstitusi. Pengadilan – menurut dia, pemerintah harus memperketat aturan kepemilikan kartu SIM. Dia menyarankan agar mereka yang memperoleh kartu SIM harus cocok untuk mengemudi dan mengikuti aturan.

“Itu tidak mudah, tetapi itu tidak berarti tidak mungkin,” katanya. , Dihubungi pada Senin (02/10/2020).

Dia mengatakan bahwa saat ini, layanan pembuatan kartu SIM, STNK dan BPKB masih disediakan oleh Kepolisian Nasional. -Jika Anda merujuk pada Pasal 87, paragraf 2 UU LLAJ, itu berarti bahwa SIM yang disebutkan dalam ayat 1 dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. -Tentang Pasal 87, paragraf 3 “Hukum Tentara Pembebasan Rakyat” “mengharuskan Kepolisian Republik Indonesia untuk membuat sistem informasi untuk mengeluarkan SIM”. Beberapa kalangan pesimistis dengan masalah transfer penerbitan kartu SIM, STNK dan BPKB dari Kepolisian Nasional ke Kementerian Perhubungan. Nilai transfer layanan tidak akan mudah. Dia berkata: “Transfer tidak mudah. ​​Apa urgensinya.” Riza mengatakan bahwa pidato ini memang telah menjadi perdebatan yang sulit untuk waktu yang lama. Namun, untuk memutuskan pidato, Anda harus mempertimbangkannya dari berbagai aspek. Selain itu, ia melihat bahwa polisi berkinerja baik dalam pembuatan layanan SIM, STNK dan BPKB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *