Sebuah kisah puasa seorang siswa dari Bekasi yang tidak pernah makan daging dan tinggal sendirian di asrama kampus Wuhan

Reporters TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, CIKARANG SELATAN-Musela Carentia (19) adalah pelajar dari Bekasi dan salah satu dari 238 warga negara Indonesia yang ditemukan di Natuna. Musola dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina karena epidemi virus korona.

Dalam julukannya Bekasi, diambil di desa Sirang (RT04 / 01) di desa Sirang di Cikarang Selatan. Tidak pernah hidup.

“Jika saya ada di sana, mungkin tidak ada atmosfer sama sekali, kan? Karena ada sangat sedikit kesempatan untuk bertemu, kita berada di kapal yang sama dan tidak semua orang bisa merasakannya,” kata Karen pada hari Minggu. (2/2 / 20/20) .

Caren menjelaskan bahwa penampakan yang berlangsung 14 hari sangat mengesankan.

Ada banyak senam di pagi hari, makan bersama untuk menyediakan bahan sehat. – “Ada banyak kegiatan selama periode karantina, tetapi ada juga waktu luang. Kami saling kenal, dan kami tidak saling kenal sebelumnya.”

Dia mengatakan bahwa rata-rata peserta dalam penampakan ini adalah seorang siswa yang sedang belajar di Cina.

Selama perjalanan, terutama berbagai universitas atau jurusan yang berbeda.

Halaman Selanjutnya >>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *