Mengenai implementasi rutin baru DKI Jakarta, DKI: mohon jangan khawatir

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – DPRD DKI Jakarta mengingatkan pemerintah provinsi DKI Jakarta bahwa jika standar baru diterapkan di bawah kondisi masyarakat yang buruk, itu harus mempertimbangkan kembali pengaruh eksternal. Aturan PSBB dan tes covid-19 belum sepenuhnya dipenuhi, dan tes ini belum mencerminkan situasi sebenarnya.

Sekretaris Partai PKS DPRD DKI Achmad Yani mengatakan bahwa pihaknya memahami bagaimana epidemi telah menyebabkan kesulitan ekonomi di Jakarta.

Tapi, di satu sisi, keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Karena, jika belum cukup matang untuk menghitung dampak negatif, hal itu dapat mempengaruhi ledakan koronal yang semakin tidak terkendali.

“Jika kita bertanya kepada masyarakat, jawabannya pasti akan bekerja lagi dan mencari nafkah untuk keluarga. Tetapi pemerintah DKI telah menghitung risikonya. Saya hanya memperingatkan bahwa dampaknya akan luar biasa. Jika epidemi DKI menjadi sulit dikelola,” Ah Pembantu mengatakan kepada wartawan bahwa Kamis (28 Mei 2020) – politisi PKS ini berharap bahwa pemerintah provinsi DKI dan gubernur Anse Baswe tidak akan melakukannya. Sebelum melakukan pengujian Covid-19 skala besar dalam waktu dua minggu, ingin sekali memutuskan kebijakan normal baru.

“Jangan khawatir, DKI belum melakukan tes Covid-19 skala besar dalam dua minggu terakhir,” katanya.

Normal baru mungkin bom waktu di Jakarta.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI menyatakan bahwa Jakarta belum siap menerapkan norma baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *